SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Tim Sekretaris Jendral Dewan Pertahanan Nasional (Sekjen Wantanas) sekarang ini tengah memantau di berbagai daerah adanya dugaan pencemaran yang terjadi di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo. Termasuk di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Pemantauan itu dilakukan sejauh mana pencemaran yang terjadi dan apa saja yang menjadi penyebabnya.
“Memang dari pantauan di Bojonegoro, beberapa sudah ada pencemaran,” kata Tim Sekjen Wantannas, Rido Hermawan, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (29/8/2018) di Taman Bengawan Solo (TBS) Bojonegoro.
Dari data yang diterima Tim Sekjen Wantannas menyebutkan, pencemaran sungai terpanjang di pulau Jawa itu bisa jadi disebabkan dari kegiatan industri, penambangan liar, juga limbah rumah tangga dari masyarakat.
Selain itu, pihaknya juga mengkaji permasalahan lain di Bojonegoro. Seperti saat musim kemarau, masyarakat kekeringan, tapi saat musim penghujan kebanjiran.
“Masalah-masalah yang ada di Bojonegoro inilah yang akan kita kaji, dan disampaikan kepada pimpinan untuk mendapatkan solusinya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Nurul Azizah, mengungkapkan, dugaan pencemaran di sungai bengawan Solo hingga sekarang ini masih jalan ditempat.
“Belum ada tindak lanjut, karena surat kami ke Dinas Lingkungan Hidup Pemprov Jatim belum ada balasan,” tandasnya.
Nurul menyampaikan, penanganan dugaan pencemaran di Sungai Bengawan Solo ini harus dilakukan oleh beberapa Kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Kita minta agar Pemprov Jatim bisa memfasilitasi dengan Kabupaten lain seperti Madiun dan Ngawi untuk mencari solusi,” pungkasnya.(rien)