DLH Bojonegoro Segera Kroscek ke Lokasi

Nurul Azizah

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro, Jawa Timur, segera mengkroscek lokasi dugaan pencemaran lingkungan berupa limbah dari Pad A Lapangan Sukowati, Blok Tuban, yang mengakibatkan sawah petani di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas,  Sutomo (45), menjadi kering dan mati. 

“Kami segera kroscek lokasi,” kata Kepala DLH, Nurul Azizah, saat dihubungi Suarabanyuurip.com, Sabtu (1/9/2018). 

Kroscek ini untuk memastikan apakah sawah petani kering dan mati disebabkan oleh pencemaran limbah atau tidak. 

“Kita hanya bisa mengecek sample air untuk mengetahui baku mutunya,” ucapnya. 

Sampel air yang diambil nantinya akan dites laboratorium. Hanya saja, pihaknya mengakui kekurangan kelengkapan alat di laboratorium untuk melakukan pengecekan apakah terdapat pencemaran limbah atau tidak. 

Dari pengalaman kasus dugaan pencemaran limbah di Lapangan Sukowati, DLH selalu menerima hasil tes laboratorium yang dilakukan oleh internal perusahaan migas. Seperti operator sebelumnya, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) yang melakukan tes atas dugaan pencemaran limbah di sawah milik Mustofa di Dusun Plosolanang, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro Desember 2017 lalu. 

Baca Juga :   Blok Cepu Diupayakan Produksi 27.000 Bph

“Hasil tes dari JOB P-PEJ yang kami terima tidak ada limbah yang mencemari sawah,” imbuhnya.

Meski demikian, lanjut Nurul, pihak JOB P-PEJ pada waktu itu telah menawarkan ganti rugi terhadap Mustofa, namun sampai saat ini belum ada titik temu. Hanya saja, kapasitas DLH sebatas memfasilitasi saja. 

“Untuk yang dugaan pencemaran sekarang, perlu dipastikan dulu. Baru kita ambil langkah selanjutnya seperti apa,” tandasnya. 

Sebelumnya, Sutomo, petani asal Desa Ngampel, Rt 1, Rw 1, Kecamatan Kapas, mengeluhkan sawahnya mengering dan mati sejak diairi air dari sungai yang diduga tercemar limbah dari Pad A, Lapangan Sukowati, Blok Tuban. 

“Saya sudah kirim surat protes lewat security tapi belum ada tanggapan sampai saat ini,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *