SuaraBanyuurip.com -Â Â Ririn Wedia Â
Bojonegoro – Pemerintah Desa Ngampel (Pemdes) Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tidak setuju dengan pernyataan operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Pertamina EP Aset 4, terkait sawah milik Sutomo (45), warga setempat yang kering dan mati bukan dari limbah Pad A.Â
“Kalau dicek sekarang, ya kandungan limbahnya sudah hilang semua. Kejadiannya itu dua minggu yang lalu,” kata Kepala Dusun Ngampel, Jumadi, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (3/9/2018).Â
Menurutnya, dari hasil pertemuan antara Pemdes Ngampel, Sutomo, dan Pertamina EP Aset 4, yang difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Bojonegoro, di kantor Pad A hari ini belum ada hasil.Â
“Tadi, awalnya sudah sepakat ada ganti rugi berupa program untuk Pak Sutomo,” ungkap Jumadi.
Namun, program yang rencananya berupa bibit padi dan pupuk kembali tidak ada kejelasan, kapan dan berapa jumlahnya. Hal inilah, yang membuat Sutomo dan Pemdes Ngampel akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pertemuan.Â
“Karena saat ditanya tidak ada kejelasan, ya sudah. Kami putuskan untuk menyudahi pertemuan tadi,” tandasnya.Â
Sementara itu, Sutomo, mengaku pasrah dan menyerahkan hal ini kepada Pemdes Ngampel. Selain awam terkait permasalahan tersebut, juga tidak ingin terbebani dengan kondisi sawahnya yang sebentar lagi akan panen.Â
“Saya pasrah Pemdes saja,” pungkasnya.(rien)