Di Mata Wabup Tuban Lokalisasi Ngomben Sebuah Distorsi

Razia PSK Tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Diamankannya satu mucikari dan tujuh Pekerja Seks Komersial (PSK) di Lokalisasi Ngomben, Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, membuat Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein kebakaran jenggot. Dimata Wabup, beroperasinya kembali lokalisasi di perbatasan Jatim-Jateng merupakan sebuah distorsi. 

“Lokalisasi Ngomben itu distorsi,” ujar Wabup Noor Nahar Hussein, kepada suarabanyuurip.com, saat dikonfirmasi di gedung DPRD Tuban, Jumat (7/9/2018).

Wabup dua periode ini, menjelaskan lokalisasi yang pernah ditutup oleh Pemkab Tuban selama ini masih dalam pengawasan petugas. Saat petugas gabungan Satpol PP, TNI dan Polri operasi, mereka yang terlibat prostitusi terselubung melarikan diri. 

Selain itu, Pemkab sempat menempatkan petugas Satpol PP untuk standby di lokasi tapi tidak mendapatkan hasil. Saat Idul Adha petugas ditarik, karena dianggap sudah aman, ternyata saat itulah masuk pelaku prostitusi terselubung.

“Setelah ada mucikari dan tujuh PSK di Ngomben, kita tingkatkan kembali pengawasannya,” jelas pria kelahiran Kecamatan Rengel. 

Wabup mengaku geram karena para pelaku praktik prostitusi terselubung bergeraknya sembunyi-sembunyi. Apakah di lokalisasi lain yang sudah ditutup ada hal serupa, Pemkab belum bisa memastikannya. Yang utama, Pemkab akan meningkatkan pemantauan dan pengawasan dititik rawan eks lokalisasi.

Baca Juga :   Lahan Pertanian di Sumurgenuk Terendam Banjir

“Kami juga bantuan dari temen-teman media, kalau ada info segera disampaikan supaya Pemkab bisa melakukan tindakan,” terangnya.

Setelah lokalisasi ditutup, Pemkab bersama Pemprov Jatim sharing program untuk PSK. Diantaranya dengan memberi pelatihan dan modal untuk bekal hidup dimasa depan. 

Data yang dihimpun dari Satpol PP Tuban, Mucikari tersebut bernama YL . Selain sebagai mucikari, perempuan asal Dusun Bogor Kerep, Desa Sukolilo juga sebagai PSK kalau ada yang boking. 

Ketujuh PSK anak buah Yl adalah HR, asal Pati, Jawa Tengah, Ks dari Jepara, Jateng, Ls asal Kecamatan Bancar, Ms dari Jepara, Jateng, UU asal Blora Jateng, Ss asal Bangkalan, dan YU dari Rembang, Jateng. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *