SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, meminta kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) merinci tambahan modal sebesar Rp5 miliar untuk peningkatan pengelolaan sumur minyak tua.Â
“Jangan sampai, dengan adanya tambahan itu, PT BBS tidak memberikan sumbangan pendapatan daerah,” tegas Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, kepada suarabanyuurip.com, Senin (10/9/2018).Â
Dari paparan yang diterima beberapa waktu lalu, kata Lasuri, tambahan modal untuk meningkatan pengiriman minyak rata-rata 300 barel per hari, serta mendapatkan keuntungan per bulan sebesar Rp289 juta.Â
“Jadi, sesuai perhitungan yang dilakukan, BBS butuh modal Rp5 miliar tiap bulannya. Tapi pengajuan modal cukup sekali, dan itu bisa digunakan untuk seterusnya,” imbuh politisi asal Partai Amanah Nasional (PAN) ini.Â
Target produksi minyak mentah hingga 300 barel per hari itu berasal dari Lapangan Wonocolo, Dandangilo, dan Ngrayong. Target itu bisa dipenuhi jika tidak ada lagi pihak lain yang menyetorkan minyak mentah ke Pertamina EP Asset 4 Field Cepu
“Sekarang ini, PT BBS baru bisa memproduksi minyak mentah sebesar 113 barel per hari,” tandasnya.Â
Menanggapi hal itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Ibnu Soeyoeti, membenarkan adanya usulan tambahan modal dari BBS.Â
“Sekarang ini, tim anggaran tengah memproses dan mengevaluasi usulan tersebut,” tukasnya.Â
Ibnu mengaku belum bisa memastikan, apakah usulan tambahan modal di KUA PPAS APBD 2019 disetujui atau tidak karena masih memperhitungkan pendapatan daerah.Â
“Kita lihat, pendapatan di BBS ini meningkat. Jadi, kalau modalnya ditambah ya harus lebih maksimal lagi kinerjanya,” pungkasnya. (rien)