Diduga Motif Penyerangan Kiai Sakit Hati

Kapolres Tuban Nanang

SuaraBanyuurip.com – Ali Imron

Tuban – Dihadapan awak media, Kapolres Tuban, Jawa Timur, AKBP Nanang Haryono, menduga motif penyerangan kiai pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) An Nidhomyyah Tuban adalah sakit hati kepada pengurus ponpes. Dikarenakan sebelum kejadian pelaku sempat minta kerja, tapi dipulangkan pengurus karena bersikap kasar dan tidak baik.

“Motif pelaku melakukan hal itu diduga karena sakit hati kepada pengurus pondok,” ujar Kapolres Nanang, Kamis (13/9/2018).

Kapolres kelahiran Bojonegoro itu, menjelaskan, sebelumnya pelaku juga pernah bekerja di pondok sebagai pekerja bersih-bersih atau cleaning service selama dua bulan. Dikarenakan sikapnya yang kadang memukul atau membahayakan santri, maka pengurus pondok memulangkan pelaku.

Lebih dari itu, dua hari yang lalu pelaku juga kembali lagi ke pondok untuk minta pekerjaan lagi, tetapi tidak diperbolehkan oleh pengurus pondok. Pantang menyerah, pelaku datang lagi ke pondok dengan cara naik tembok pagar dengan membawa golok dan mengamuk di dalam pondok.

“Hingga satu tamu pondok mengalami luka terbuka di bagian paha akibat terkena sabetan senjata tajam milik pelaku,” terang Nanang.

Baca Juga :   Harga Beras Naik, Bulog Bojonegoro Berupaya Stabilkan Harga

Di beritakan sebelumnya, pelaku yang merupakan warga Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan tewas ditembak pada bagian kepalanya oleh anggota Polres Tuban karena melawan saat akan ditangkap sekitar pukul 22:30 WIB, Rabu (12/9/2018). (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *