SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Tekun, ulet dan pantang menyerah. Itulah sekilas sosok Vidyana Sholeh, siswi kelas X, SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro, Jawa Timur.Â
Gadis berusia 16 tahun itu berhasil meraih medali emas dalam lomba Tugu Muda Campionship 1 yang diselenggarakan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Universitas Negeri Semarang (Unes) pada awal September lalu.
Dalam pertandingan kelas c (47-51 kg) itu, anak pasangan M Sholeh dan Sri Anis, warga Desa Sumberjo Kentong, Kecamatan Trucuk tersebut mampu meraih juara I.Â
“Persaingannya cukup ketat. Tapi Alhamdulillah berkat doa orang tua, ibu bapak guru, pelatih dan dukungan teman-teman, saya bisa menjadi juara,” kata dara kelahiran 2 Pebruari 2002 itu.
Prestasi yang diraih Yana, panggilan akrab Vidyana Sholeh, tidak datang begitu saja. Namun melalui perjuangan cukup panjang.Â
Di sela-sela aktivitasnya belajar dan membantu orang tuanya yang berjualan sembako di pasar, Yana aktif mengikuti ekstra kurikuler pencak silat Tapak Suci di sekolahnya di Jalan Dr Setyobudi No 3 Bojonegoro. Latihan silat ini juga diikuti oleh pelajar SD dan SMP Muhammdiyah.Â
“Sejak kecil memang sudah senang silat. Untuk olahraga dan jaga diri,” ucap siswa yang bercita-cita ingin masuk kontingen Indonesia di Asian Games tahun 2022.Â
Berkat ketekunan dan perjuangannya, Yana akhirnya memetik hasil. Dalam lomba tersebut dia berangkat barsama enam pesilat dari Bojonegoro. Tiga anak dari SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro yakni Zidan dapat medali emas, Nadif dan Naufal memperoleh perak.
Sementara satu pelajar SMP Muhammadiyah 9 atas nama Soni dapat medali perak, dan Septian Pramana Putra, pelajar SMA Negeri 1 Sugihwaras memperoleh medali emas.
“Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi atlet silat Bojonegoro untuk mengukir prestasi baik di tingkat lokal, regional, nasional, bahkan internasional,” pungkas Wahyu Hidayat, pelatih Tapak Suci.(suko)