SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Pemerintah Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tidak mengetahui adanya dugaan kebocoran pipa distribusi minyak olahan dari kilang Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Migas menunuju Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) PT Pertamina (Persero) di Cepu. Karena tidak ada warga yang melaporkannya.
“Hari ini saya baru tahu kalau ada kejadian ini. Selama ini belum ada warga yang melapor kepada Kami,” ujar Lurah Karangboyo, Amin, kepada Suarabanyuurip.com saat berada di lokasi dugaan pipa bocor, Rabu (19/9/2018) lingkungan jalan makam RT 5/3 Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu.
Mengetahui hal itu, dirinya bersama Babinsa Kelurahan Karangboyo langsung menuju TBBMÂ di Jalan Gajah Mada Cepu, untuk melaporkan hal tersebut.
Setelah dari TBBM, Amin, menyatakan bahwa petugas di kantor TBBM sempat merasa kaget atas kedatangannya untuk memberikan tau adanya kejadian pipa bocor.
“Kami dianggap memaksakan kehendak. Padahal kedatangan kami untuk menunjukkan lokasi kejadian. Kelihatannya petugas itu merasa ketakutan,” ujarnya tanpa menyebutkan nama petugas TBBM.
Suasana bisa terkendali setelah adanya rencana pihak tim dari Pertamina Semarang (PT Pertamina Persero MOR IV) akan datang ke lokasi.
“Jam 15.00 WIB tim akan datang,” ungkapnya.
Pantauan dari sekitar lokasi kejadian, sebangian warga masih terus melakukan aktivitas pengambilan rembesan minyak olahan yang mengalir bercampur air di saluran air setempat. Bahkan, bau yang mirip solar itu menyebar disepanjang selokan atau saluran air hingga di pinggir lingkungan jalan Sorogo, Kecamatan Cepu.
Diketahui sejak tiga hari terakhir, warga di lingkungan jalan makam RT/RW 05/03, Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu, terpaksa harus bertahan dengan bau minyak olahan yang diduga berasal dari pipa bocor di lingkungan mereka.
“Kalau dilihat bentuk fisiknya itu seperti solar,” ujar Lulus, warga sekitar.
Hari pertama terjadi kebocoran sudah ada petugas dari PPSDM maupun Pertamina yang mendatangi lokasi.
“Sepertinya petugas dari Migas (red,PPSDM Migas) dan Pertamina. Mereka datang hanya foto-foto,” timpal Endang.
Di katakan Endang, warga setempat sebenarnya sudah merasa terganggu dengan bau tidak sedap.
“Tapi ya mau bagaimana lagi. Tidak tahu kapan mau ditangani,” ujar Endang.(ams)