SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Sempat terjadi insiden tanah ambles saat dilakukan pembangunan Jembatan Kalidari penghubung Desa Nglanjuk dengan Desa Sumberpitu, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Beruntung, dalam peristiwa itu tidak menibulkan korban jiwa.
Kepala Desa Nglanjuk, Wiji, menyampaikan, insiden amblesnya tanah pada badan jembatan saat dilakukan pembangunan tersebut terjadi pada Kamis (20/9/2018) kemarin.
“Alhamdulillah tidak ada korban,” kata Wiji, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (21/9/2018).
Kondisi amblesnya sebagian tanah itu sempat menjadi perhatian warga untuk menyaksikan kondisi. Selain itu juga membuat pengguna jalan kesulitan. Terutama dari arah Sumberpitu menuju Kecamatan Cepu.
Karena harus memutar belasan kilo meter untuk mencapai kota kecamatan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pihak pelaksana memasang rambu-rambu pembatas.
“Dari pihak kecamatan dan kepolisian setempat pagi tadi juga sudah melihat lokasi,” ujar pria berkulit sawo matang ini.
Sementara pelaksana proyek dari CV Sumber Rizki, Pandi, menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi belum banyak perkerja yaitu sekitar pukul 09.00 WIB.
“Saat tanah ambles belum banyak tenga kerja yang datang,” kata dia.
Di jelaskan, saat itu alat berat hendak membuat jalan darurat untuk lalu lintas warga. Namun tidak disangka badan tanah jembatan tiba-tiba ambles.
“Tiga hari lalu kami mulai pekerjaan,” ujarnya.
Di ketahui, kegiatan rehabilitasi jembatan Kalidari, Kecamatan Cepu, menelan anggran Rp459.163.000, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Blora tahun 2018, dan dikerjakan oleh CV Sumber Rizki. Dengan nomor kontrak 602.1/BM.II.443/2018, lama pekerjaan 90 hari kalender. Dimulai tanggal 6 September 2018 sampai 4 Desember 2018.
Terpisah, kepala Dinas Pekejaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Sam Gautama Karnajaya, saat dikonfirmasi mengaku telah mengetahui peristiwa tersebut.
“Sudah ditangani,” ujar Gautama sapaan akrabnya singkat.(ams)