SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Sukowati, Blok Tuban, Pertamina EP Asset 4, mendapat dukungan penuh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dalam meningkatkan produksi hingga 10.000 barel per hari (Bph).
“Tentu kami mendukung apa yang dilakukan Pertamina EP Asset 4 dalam meningkatkan produksi di Sukowati. Apalagi dengan biaya yang sangat murah,” kata Kepala Departemen Spesialis Madya perencanaan, Lingkungan Deputi Perencanaan SKK Migas, Dadang Rukmana, saat pemaparan di salah satu Restaurant Bojonegoro, Jumat (21/9/2018) kemarin.
Untuk meningkatkan produksi tersebut diantaranya melakukan Cement Bonding di SKW 14, 27, dan 19 dengan status sumur shut in dan sudah lama tidak diproduksi.
“Karena kandungan airnya hampir mendekati 100 persen,” ujar Dadang.
Dari hasil cement bonding di SKW 14, produksinya sekira 400 Bph, SKW 27 menghasilkan 1920 Bph, dan SKW 19 sempat mencapai 519 Bph dan terus ditingkatkan lagi.
Kedepan, Pertamina EP Asset 4 akan melakukan Cement Bonding lagi. Yakni pada Phase 1 pada 13 sumur 05 diantaranya kondisi stabil dan akan didahulukan. Kemudian, Phase 02 ada 17 sumur yang produksinya diperkirakan antara 1 sampai 600 Bph.
“Yang sekarang dilaksanakan, masih ada satu rig dan kita harapkan ada tambahan satu rig lagi,” ungkap pria yang pernah menjabat di Divisi Tekhnologi dan Pengembangan Lapangan, Lingkungan Deputi Perencanaan SKK Migas.
Sebenarnya, masih perlu tambahan lima rig lagi namun karena sumurnya saling berdekatan, maka tidak memungkinkan karena tempatnya tidak ada.
Pria berkulit sawo matang ini menyebutkan, jika perlu adanya dua sumur injeksi. Sekarang ini, satu sumur telah disetujui dan akan dilaksanakan pada 2019.
“Sementara satu lagi akan diusulkan pada WP and B 2019,” pungkasnya.(rien)Â