Sayangkan Keringnya Embung di Bojonegoro

Embung di Gondang kering

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Angling Dharma, menyayangkan, kondisi ratusan embung yang ada di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Karena rata-rata terjadi kekeringan disaat musim kemarau seperti sekarang ini.

“Harusnya, embung itu dibangun untuk kebutuhan air masyarakat dimusim kemarau. Tapi malah kekeringan,” kata Ketua LSM Angling Dharma, Nasir, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (24/9/2018).

Menurut pria kelahiran Bojonegoro 40 tahun silam ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPU SDA) memperhatikan secara tekhnis, penyebab kekeringan yang terjadi pada embung-embung yang setiap tahunnya dibangun dengan anggaran miliaran rupiah.

“Kalau kita lihat, penyerapan air pada embung milik Pemkab Bojonegoro itu sangat tinggi,” imbuh pria yang juga menjadi staf ahli Partai Amanat Nasional (PAN).

Oleh sebab itu, kedepan Pemkab harus melakukan evaluasi terhadap bangunan-bangunan embung yang sekarang dinilai mubadzir bahkan terkesan hanya menghabiskan anggaran.

“Harusnya, lapisan bawah embung dikasih bahan berupa terpal. Jadi bukan tanah atau pasir,” tandas penyuka batu akik ini.

Baca Juga :   Kontraktor Lokal Blokir Proyek EPC-5 Banyuurip

Dikonfirmasi terpisah, Kepala DPU SDA Bojonegoro, Edi Susanto, tidak menampik kondisi embung yang sekarang ini mengalami kekeringan.

“Ya memang semua embung sekarang airnya menipis,” katanya singkat.

Sekarang ini, total embung yang sudah dibangun sebanyak 527 embung. Sementara tahun 2018, dianggarkan sebesar Rp1 miliar lebih baik untuk pembangunan baru, normalisasi maupun perluasan embung.

“Kalau target tahun ini, kita bangun 35 dan baru terlaksana 25 embung,” pungkas pria yang hobi bersepeda ini.(rien) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *