Lebih Mudah Minta ke Rekind Ketimbang PEPC

Bantuan air bersih Rekind di Ponpes Nglingi

SuaraBanyuurip.comd suko nugroho

Bojonegoro – Bencana kekeringan yang melanda sejumlah desa di wilayah Kecamatan Ngasem dan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah mendapat perhatian dari Konsorsium Japan Gas Corporation – PT Rekayasa Industri (JGC – Rekind), pelaksana proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi pusat fasilitas pemrosesan gas  (Engineering, Procurement and Constructions – Gas Processing Facility/EPC – GPF) Jambaran Tiung Biru (J-TB).

PT Rekind telah mendistribusikan air bersih ke pondok pesantren (Ponpes) Nglingi, Desa Bareng, Kecamatan Ngasem. Pengiriman sudah berlangsung 10 harian.

Pengiriman air bersih akan tetap dilanjutkan dan dikoordinasikan dengan pemerintah kecmatan, pemerintah desa, ponpes.

“Sementara ini khusus Dusun Nglingi di tangani Rekind,” ujar Camat Ngasem, Machmuddin, kepada suarabanyuurip.com, Senin (1/10/2013).

Sedangkan dusun lain dan desa lainnya seperti Tengger, Butoh, Kolong, Sambong dan Ngadiliweh ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro.

“Kalau itu yang handle BPBD,” tegas mantan Kepala Bagian Humas dan Protokeler Pemkab itu.

Di singgung alasan tidak mengajukan bantuan ke operator Unitisasi Lapangan Gas J-TB, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), Machmuddin menyatakan, jika melalui operator terlalu ribet karena harus mengajukan surat lebih dulu. Sedangkan di sisi lain warga sudah sangat membutuhkan bantuan air bersih.

Baca Juga :   Bisnis Kilang Pertamina Internasional Lampaui Target di Triwulan Pertama 2023

“Kalau lewat Rekind mudah, aku langsung kontak ke Pak Zainal, langsung ditindaklanjuti kemudian di dropping sesuai kebutuhan,” pungkas Machmudin.

Terpisah Site Manager Rekind, Zainal Arifin, mengatakan, akan berupaya sebisa mungkin untuk memberikan bantuan air bersih kepada warga sekitar proyek GPF J-TB yang sedang mengalami kesulitan air bersih. Termasuk desa di wilayah Kecamatan Ngasem.

“Seminggu kemarin Rekind memang kirim air bersih ke pondok pesantren sesuai permintaan Pak Camat, Mas,” kata pria humanis ini. 

Selain di wilayah Kecamatan Ngasem, bantuan serupa juga pernah dikirimkan ke Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam yang dropping airnya berkoordinasi langsung dengan pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Mojodelik.

“Alhamdulillah kami diberi kesempatan untuk  ikut meringankan beban warga yang sedang kesusahan. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat bagi warga yang menerimanya,” tutur pria berkulit sawo matang ini.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Lasuri menyayangkan sikap PEPC yang tidak peduli terhadap warga sekitar J-TB yang dilanda krisis air bersih.

Baca Juga :   Masyarakat Masih Banyak Miss Informasi Industri Migas

“Sebagai perusahaan besar, PEPC mampu melakukan itu. Seharusnya mereka peka dengan kondisi masyarakat sekitar,” tegas politisi PAN itu. (suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *