Gelar Sosialisasi Pre Mobilisasi Lapangan Migas KDK

Sosialisasi pekerjaan KDK

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Kontraktor proyek Engineering, Procurement, and Constructions (EPC) Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kedung Keris (KDK), Blok Cepu, PT Meindo Elang Indah, menggelar sosialisasi pre-mobilisasi dan pemberdayaan sumber daya lokal, di Hotel Bonero, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (4/10/2018).

Sosialisasi dihadiri oleh operator Lapangan KDK, dan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto, Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli, Dandim 0813, Letkol Arh Redinal Dewanto, beserta 9 Kepala Desa ring 1 pipanisasi KDK.

Public Relation Manager PT Maindo Elang Indah, Johannes Simangunsong, menyampaikan, nantinya untuk pekerjaan yang akan dilaksanakan diantaranya adalah penggalian area pipa, peletakan pipa, penyambungan pipa, tes dari kualitas penyambungan pipa, memasukkan, penanaman atau penimbunan pipa, serta restorasi.

“Untuk tenaga kerjanya ada skill dan non skill,” ujar pria berkacamata minus ini saat paparan.

Kualifikasi tenaga kerja skill disesuaikan  dengan kebutuhan perusahaan. Jika dibutuhkan diluar tenaga ahli dari perusahaan sendiri. Untuk masyarakat lokal, akan disesuaikan dengan persyaratan skill yang dibutuhkan, harus sesuai standart perusahaan, serta koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro.

Baca Juga :   Desak EMCL Segera Selesaikan Penyebab Demo

“Non skill-nya kita ambil dari masyarakat sekitar,” tandas Johannes.

Sementara Project Manager PT Meindo Elang Indah, Edi Wijaja, mengungkapkan, baik tenaga kerja maupun kontraktor yang akan bergabung harus memenuhi kualifikasi. Seperti misalnya bagi pengusaha yang ingin menjadi kontraktor, harus memenuhi kualifikasi yang ada. Jangan sampai setelah proyek selesai justru merugi.

Pihaknya butuh pengusaha yang finansialnya mendukung. Baik dari sisi izin usaha maupun perpajakan juga jelas.

“Jangan nanti, ditengah pekerjaan ternyata tidak bisa menyelesaikan secara finansial akhirnya pekerjaan terbengkalai,” pungkas pria berkulit putih.

Terpisah, Kepala Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Dwi Setiono, mengusulkan, agar membentuk tim sosial ekonomi supaya bisa mengakomodir semua kebutuhan masyarakat terkait adanya proyek di Lapangan KDK, termasuk meminimalisir dampak dan konflik sosial.

“Tim ini saya usulkan dari 9 desa yang dilewati pipa. Dan tim ini juga harus dibawah tanggungjawabnya PT Meindo,” pungkasnya.(rien) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *