SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban-Â Para Pekerja Seks Komersial (PSK) di sekitar Pasar Sapi Desa Lumutan, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kelimpungan saat disergap petugas gabungan Satpol PP, TNI, dan Polri pada Kamis (4/10/2018). Sempat terjadi kejar-kejaran, dan tiga PSK beserta satu pelanggan diamankan.
“Lokasi tersebut menjadi tempat prostitusi terselebung seminggu sekali,†ujar Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Pemkab Tuban, Joko Herlambang, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (5/10/2018).
Joko menegaskan, operasi tersebut digelar berdasarkan laporan masyarakat. Mereka yang diamankan selanjutnya dibawa ke Kantor Satpol PP Tuban untuk didata dan proses lebih lanjut.
“Akan diminta keterangan untuk selanjutnya dikirim ke Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk mendapatkan pembinaan,†jelasnya.
Camat Jatirogo, Nawawi menyampaikan, bahwa lokasi tersebut sudah beberapa kali ditertibkan oleh Satpol dan Trantib Kecamatan Jatirogo.
Pelanggan dan PSK yang ditangkap juga sudah diberikan arahan dan pembinaan agar tidak meneruskan kegiatan haramnya. Namun hal tersebut tidak memberi efek jera.
“Akhirnya, kami meminta bantuan personil Satpol PP Tuban untuk dilakukan penertiban sehingga mampu memberikan efek jera,†sambungnya.
Di harapkan dengan adanya operasi ini, Kecamatan Jatirogo dapat menghilangkan pratik prostitusi dan penyakit masyarakat lain.
Adapun identitas PSK yang diamankan berinisial S (45) warga Ds. Tanggul, Jatirogo, R (48) asal Ds. Kunduran, Blora, dan S (35) warga desa Mrutuk, Widang. Sedangkan, identitas laki-laki berinisial Y (53) warga Desa Bringin, Montong.
Dalam beberapa bulan terakhir, penangkapan PSK di Bumi Wali marak kembali. Salah satunya di eks lokalisasi Ngomben Kecamatan Bancar. Disinyalir maraknya lokalisasi terselubung, setelah beberapa pusat lokalisasi di Tuban ditutup oleh Pemkab Tuban. (Aim)