Minta Masyarakat Waspadai BBM Oplosan

SPBU Bojonegoro

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Angling Dharma meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai adanya bahan bakar minyak (BBM) eceran yang dioplos oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. 

LSM Lokal Bojonegoro, Jawa Timur, itu menengarai ada praktik curang yang dilakukan oleh pedagang nakal yakni mencampur BBM jenis premium dengan pertalite. 

“Sekarang ini potensi BBM oplosan bisa saja terjadi. Terlebih, kemudahan akses dalam membeli BBM jenis premium dengan jumlah besar,” kata Ketua LSM, M Nasir, Sabtu (13/10/2018) kemarin. 

Sekalipun belum dapat membuktikan secara langsung, namun kecurigaannya terhadap BBM oplosan dapat dilihat dari warna Pertalite yang dijual eceran. Warnya agak terang dibandingkan  di Stasiun Pembelian Bahan Bakar Umum (SPBU). 

“Saya pernah menemui hal semacam itu, jadi warnanya pertalitenya agak terang,” imbuh pria yang hobi mengoleksi batu akik ini. 

Agar tidak terjadi salah faham ataupun timbul permasalahan, pihaknya melaporkan hal ini pada Dinas Perdagangan setempat agar segera ada tindak lanjut. Mengingat, ada potensi kerugian yang dialami masyarakat jika hal tersebut benar-benar terjadi. 

Baca Juga :   Rumah Janda Terbakar

Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Dinas Perdagangan Bojonegoro, Agus Hariana, mengaku, telah menerima laporan tersebut. Namun, harus ada pembuktian atas kecurigaan itu karena tidak bisa serta-merta melakukan tuduhan. 

“Kita akan cek ya, mana yang sekiranya ada dugaan BBM oplosan,” tandas mantan Sekretaris Badan Lingkungan Hidup (kini berganti Dinas Lingkungan Hidup). 

Untuk mengantiipasi adanya oplosan seperti yang dicurigai masyarakat, Dinas Perdagangan telah menghimbau agar seluruh SPBU membatasi pembelian BBM termasuk BBM bersubsidi seperti Solar. Serta Premium yang harganya paling murah dibanding lainnya. 

“Kalau ada yang beli dengan jumlah besar atau pakai jirigen, kami menghimbau agar menggunakan surat keterangan dari instansi terkait. Agar bisa dipertanggungjawabkan pemanfaatannya,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *