Pemkab Bojonegoro Kesulitan Dapatkan Data Lifting Migas

Lapangan sukowati blok Tuban

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, untuk mendapatakan ddata jumlah produksi migas maupun lifting (produksi migas siap jual) dari Lapangan sumur minyak tua dan Lapangan Sukowati, Blok Tuban, dari Pertamina EP Aset 4 Field Cepu, sulit terpenuhi. 

Kepala Bidang Perimbangan dan Pendapatan Lain-Lain Bapenda Bojonegoro, Anang Prasetya Adi, mengungkapkan, baru operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang rajin mengirimkan data lifting dan produksi selama ini.

“Paling sulit, minta ke Pertamina EP Asset 4 untuk data produksi sumur tua serta Lapangan Sukowati,” tandasnya kepada suarabanyuurip.com, Senin (15/10/2018).

Disinggung data produksi dan lifting merupakan wewenang SKK Migas, Anang mengaku pernah menanyakan hal itu secara langsung saat rekonsiliasi lifting migas di Kantor Kementrian ESDM. Namun, jawaban yang didapat mengecewakan. 

“Jawabannya ya ada di lifting itu. Data yang sudah matang yang kita dapat,” ungkapnya. 

Tujuan permintaan data lifting dan produksi seluruh Lapangan Migas di Bojonegoro ini untuk menghitung estimasi Dana Bagi Hasil (DBH) Migas yang akan diterima oleh daerah. 

Baca Juga :   Petani Minta Pembelian Solar Tak Dibatasi

Menanggapi hal itu, General Manager Pertamina EP Asset 4, Agus Amperiyanto menyatakan, jika semua data tersebut merupakan wewenang Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk memberikannya. 

“Kami tidak bisa, langsung memberikan data tersebut kepada pihak lain begitu saja,” sambung Agus, sapaan akrabnya kepada suarabanyuurip.com saat di Bojonegoro beberapa waktu lalu. 

Apabila Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Badan Pendapatan (Bapenda) meminta data produksi, pihaknya menyarankan agar melalui SKK Migas saja. 

“Bisa langsung ke SKK Migas,” imbuh pria berkumis lebat. 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Humas SKK Migas Perwakilan Jawa Bali dan Nusa Tenggara, Doni Ariyanto, mengungkapkan, akan memberikan jawaban apabila telah menerima surat resmi dari Bapenda untuk permintaan data tersebut. 

“Ya suratnya dulu dikirim baru kita bisa jawab,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *