Sampirkan Masa Depan Wisata Tuban di Pundak Cung – Nduk

Sampirkan Masa Depan Wisata Tuban di Pundak Cung dan Nduk

SuaraBanyuurip.com - Ina Maghfiroh

Tuban- Di antara tujuan pemilihan duta Cung dan Nduk Kabupaten Tuban, Jawa Timur, adalah meningkatkan dan mengembangkan potensi kepariwisataan. Di pundak muda mudi terpilih inilah, ada tangungjawab besar yang diemban untuk mempromosikan potensi di Bumi Wali kepada masyarakat luas. 

“Cung dan Nduk juga harus dapat mendorong dan meningkatkan lapangan kerja yang baik. Sekaligus mampu bersaing di tingkat Jatim,” ujar Ketua Panitia Pemilihan Cung dan Nduk Tuban, Nurnaningtyas, ketika ditemui SuaraBanyuurip.com, Jum’at (19/10/2018).

Tyas sapaan akrabnya, dalam tahap penyeleksian, setiap peserta harus mampu mempromosikan potensi wisata dengan menarik supaya masyarakat merasakan adanya daya tarik tersendiri. Promosi ini sebanarnya dapat dilakukan baik melalui teman-temannya, atau mungkin bisa ke daerah-daerah lain.

“Karena setelah jadi Cung dan Nduk nanti dalam satu tahun mereka akan diundang dua sampai lima kali ke luar kota, misalnya Surabaya, Malang, dan Lamongan,” jelasnya.

Bagi peserta yang lolos dan menyandang Cung dan Nduk dapat menentukan jalan hidupnya sesuai pilihannya setelah mereka melepaskan gelarnya. Sekalipun demikian, Cung Nduk juga berkesempatan menjabat sebagai Duta Pariwisata Tuban.

Baca Juga :   Pengembangan Blok Masela Sokong Ketahanan Energi Nasional dan Langkah Menuju Net Zero Emision

Namun Tyas menyarankan bagi Cung dan Nduk yang masih duduk dibangku SMA, agar kuliah terlebih dulu supaya memperoleh bekal.

“Mantan Duta Pariwisata Nduk tahun 2012, Triheri asal Jatirogo juga bekerja di Pemkab, tapi masih belum menyandang status PNS,” terangnya. 

Salah satu peserta Duta Pariwisata Rully Maskavi (20), menjelaskan motivasinya ikut seleksi Cung Tuban karena dirinya sadar akan potensi daerah dengan banyaknya destinasi wisata alam, religi maupun sejarah. Disamping itu, kabupaten dengan penduduk 1,3 juta jiwa ini juga memiliki brand Bumi wali.

“Visi misi saya tidak jauh dari misi DISPARBUDPORA, yaitu mempromosikan Kepariwisataan Tuban untuk bisa bersaing, baik itu kanca lokal, nasional bhkan internasional,” sambungnya.

Mahasiswa UIN Surabaya, ini berjanji akan mengemas dengan baik promosi dengan trend yang ada di jaman sekarang. Selain itu, melalui vlog di tempat wisata atau diary vloging di tempat bersejarah/religi.

Diakui, sebagai Duta Pariwisata Tuban, tentunya membutuhkan pengetahuan yang tidak sedikit mengenai kabupaten yang akan menjadi lokasi berdirinya Kilang Minyak NGRR Tuban. Jaringan yang dimilikinya meliputi, Organisasi Mahasiswa Daerah (ORMADO), Ikatan Mahasiswa Ronggolawe (IMARO Tuban) di UINSA. 

Baca Juga :   Biaya Haji 2025 Turun Rp 4 Juta, Kemenag Bojonegoro : CJH Bisa Mulai Persiapan Pelunasan

“Setiap ada event, kami ORMADO juga selalu membawa kearifan lokal tentang seperti apa dan bagaimana Tuban,” tambahnya.

Peserta asal Palang, Kecamatan Palang atau jalur distribusi pipa minyak Blok Cepu ini, menambahkan, jika kelak sudah tidak lagi menjabat Duta Pariwisata, dirinya masih akan tetap menjaga nama baiknya. Tentunya dengan cara bersikap kepada masyarakat sekitar. 

“Tapi jika saya dibutuhkan di Pegawai Pemerintah, maka akan selalu siap sedia. Walaupun orang tua sudah memiliki usaha dagang ikan,” pungkasnya.(Ina)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *