BPBD Bojonegoro Tambah Armada Distribusi Air Bersih

BPBD Bojonegoro Tambah Armada Distribusi Air Bersih

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Badan Penanggulanga Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sampai dengan bulan Oktober 2018 telah menyalurkan 299 tangki air bersih untuk wilayah terdampak kekeringan. 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Bojonegoro, Nadif Ulfia, menejlaskan dalam jangka satu bulan wilayah terdampak kekeringan mengalami peningkatan. Dari awalnya 44 desa di 13 kecamatan, kini meluas hingga ke 71 desa di 17 Kecamatan. 

Oleh sebab itu, pihaknya menambah distribusi air besih. Dari setiap hari hanya enam armada kini menjadi delapan armada. Setiap armada berkapasitas 6000 liter. 

“Penambahan ini adalah untuk meningkatkan layanan distribusi air bersih di Bojonegoro, ” kata Ulfia, sapaan akrabnya kepada suarabanyuurip.com, Senin (22/10/2018).

Wanita berhijab ini menghimbau kepada pemerintah desa agar memperhatikan jadwal pendistribusian air bersih. Sehingga bisa menginformasikan kepada warganya untuk melakukan persiapan pengambilan air bersih. 

“Karena banyak kendala di lapangan yang ditemui ketika pendistribusian air bersih salah satunya adalah kesiapan warga dan pemerintah desa,” ungkapnya. 

Baca Juga :   Ibu-ibu di Blok Cepu Produksi Jamu

Seharusnya setiap pemerintah desa menyediakan tandon air sehingga proses ditribusi lancar dan cepat. Karena jika drooping secara manual maka membutuhkan waktu yang lama.

“Apalagi jika menunggu datangnya warga satu persatu,” ucapnya.

Kerjasama ini sangat dibutuhkan agar alur distribusi air bersih menjadi lancar, apalagi luasan daerah yang membutuhkan air bersih juga terus meningkat.  

Dari data BPBD, kekeringan mulai melanda di Kecamatan Temayang, Sukosewu, Sumberjo, Ngasem, Ngraho, Kasiman, Bubulan, Ngambon, Tambakrejo, Sugihwaras, Purwosari, Kepohbaru, Kedungadem, Baureno, Dander, Trucuk dan Malo. 

Sementara itu, Camat Dander, Nanik Lutsetyani, menyampaikan, kekeringan hanya melanda satu desa saja yakni di Desa Sumodikaran karena sumber air dari sumur telah kering semua. 

“Ini sudah rutin dapat kiriman dari BPBD dan pihak swasta,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *