SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Musim kemarau panjang tahun ini telah berdampak pada krisis air di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kondisi ini mengundang kepedulian pegawai di lingkungan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) Cepu untuk berbagi.
Para pegawai di lembaga pencetak tenaga terampil di industri hulu migas itu iuran membantu air bersih untuk meringankan beban warga terdampak kekeringan.
“Ini inisiatif dari teman-teman tanggap bencana PPSDM Migas dan iuran sebagian pegawai,” ujarnya, Pelaksana Humas PPSDM Migas Cepu, Nurchalim, kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (23/10/2018).
Bantuan yang diberikan sebanyak 20 truk tangki air bersih untuk warga Jambe Kelurahan Tambakromo dan Keluarahan Ngroto.
“Kami dari kelurga PPSDM senantiasa peduli terhadap bencana alam (red, kekeringan),” tutur Pria yang juga sebagai pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Cabang Cepu ini.
Sementara, Camat Cepu, Djoko Sulistiyono, menyatakan, dari sebanyak 17 desa/kelurahan di Cepu, titik terparah yang terkena dampak kekeringan adalah Jambe Keluarahan Tambakromo.
“Mungkin sudah ratusan truk tangki yang tersalurkan,” timpal Djoko dikonfirmasi terpisah.Â
Diperkirakan jika tidak ada bantuan air bersih, warga Jambe tidak bisa minum, karena sumber air di sana sudah kering.
“Beruntung banyak pihak yang peduli dan memberikan bantuan,” ujarnya.Â
Ditambahkan, dengan adanya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Cepu bisa meringankan warga yang kekurangan ait.
“Seharusnya SPAM bisa menjangkau dataran lebih tinggi,” pungkasnya. (ams)