PEM Akamigas Tidak Masuk Politeknik Terbaik Nasional

Ria Kartika EMCL

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Sampai sekrang ini Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sesuai pemberitaan Kementerian Ristekdikti 2018 tidak termasuk dalam deretan politeknik terbaik nasional. Bahkan tidak termasuk juga dalam daftar politeknik yang layak masuk penilaian.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur PEM Akamigas Perry Burhan, saat menyampaikan pidatonya dalam rangka sidang terbuka Dies Natalies PEM Akamigas ke-52 di gedung graha Oktana, Rabu (24/10/2018).

Namun demikian, menurut Perry Burhan, itu menjadi cemeti bagi pihaknya untuk melakukan perubahan total. Sehingga dalam dua tahun ke depan, PEM Akamigas sudah masuk dalam daftar politeknik terbaik nasional.

“Sekalipun syarat dan tantangannya sangat berat,” ungkapnya.

Pekerjaan berat lain, kata dia, adalah reakreditasi institusi untuk dapat meningkat menjadi A. Sebab, semua program bidang studi masih terakreditasi B. Perry menjelaskan, salah satu faktor penghambat untuk meningkatkan akreditasi program studi adalah ketersediaan dan perimbangan dosen.

“Khususnya kualifikasi S3. Dengan jumlah mahasiswa serta managemen pengelolaan program studi belum tercapai kriteria ideal,” tuturnya.

Baca Juga :   RJJ Sosialisasikan Pekerjaan Jaringan Pipa Gas J-TB ke Petani

Sementara, sampai dengan akhir September 2018 PEM Akamigas memiliki 57 orang dosen. “Dengan kualifikasi pendidikan masing-masing, S2 sebanyak 51 orang dan S3 sebanyak 6 orang,” ujarnya dalam laporan capaian dan kebijakan pengembangan SDM pada sidang terbuka tersebut.

Sekadar diketahui dalam sidang terbuka itu juga diisi dengan orasi ilmiah dari operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang disampaikan oleh Ria Kartika, Kepala Bagian Corrosion & Integrity EMCL, dengan tema Corrosion in oil and gas industry.

Serta Orasi Ilmiah dengan tema Road to giant discoveries dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), yang disampaikan oleh Desta Andra DJumena, Kepala Devisi Operasi Pengeboran dan Perawatan Sumur SKK Migas. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *