Target Tak Tercapai, Kontingen Blora Naik Peringkat

Target Tak Tercapai

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora –  Kontingen Kabupaten Blora, Jawa Tengah, harus puas berada diperingkat sebelas dalam pengumpulan medali di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XV 2018 di Solo yang berakhir hari ini, Kamis (25/10/2018). Dengan torehan 17 medali emas, 20 perak, dan 31 perunggu.

Sebelumnya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Blora menargetkan bisa masuk sepuluh besar dengan raihan 25 medali emas.

Sekalipun demikian, peringkat yang diduduki kontingan dari Bumi Aryo Penangsang (sebutan lain Blora) di perhelatan olahraga bergengsi tingkat provinsi ini meningkat dibanding tahun 2013 lalu yang berada di peringkat 12.

Pada Porprov di Banyumas waktu itu, kontingen Blora memperoleh 16 medali emas, 11 perak dan 16 perunggu.

“Kami mohon maaf karena target tidak tercapai. Para atlet, pelatih dan offisial sudah berupaya semaksimal mungkin meraih prestasi di Porprov,” ujar Ketua KONI Blora, Hery Sutiyono kepada suarabanyuurip.com, Kamis (25/10/2018). 

Meski tak sesuai target, namun dari sisi kualitas maupun kuantitas, hasil yang didapat kontingen Blora di Porprov kali ini lebih baik dibanding Porprov sebelumnya.

Baca Juga :   Pegiat Sepakbola Bojonegoro Mantapkan Dukungan ke Prabowo-Gibran

Dijelaskan, Porprov 2018 diikuti 35 kabupaten dan kota di Jateng. Persaingan di setiap cabang olahraga berlangsung sengit untuk merebutkan medali. 

Hasilnya kegiatan yang berlangsung mulai 19-25 Oktober itu perolehan medali cukup merata diraih setiap kontingen.

“Di beberapa cabang olahraga yang tadinya tidak meraih medali, sekarang bisa mendapat medali,” ungkapnya. 

Kabupaten Blora yang sebelumnya mendominasi di dua cabang olahraga yakni atletik dan dayung, kali ini hanya atletik yang menjadi juara umum dengan delapan emas, delapan perak dan 11 perunggu. 

Sedangkan dayung bertengger di rangking ketiga mengumpulkan lima emas, enam perak, empat perunggu. Padahal dayung di Porprov sebelumnya memperoleh tujuh emas, empat perak, tiga perunggu. 

Selain itu, ada atlet yang sebelumnya digadang-gadang menyumbangkan medali emas bagi kontingen Blora, namun urung tampil karena adanya keputusan tim penyelesaian mutasi atlet yang dibentuk KONI Jateng.

Atlet tersebut adalah Robert Agung Wahyudi. Tidak tampilnya Robert ini menjadikan harapan Blora mendapat emas dari cabang balap sepeda downhhill dan BMX pupus.

Baca Juga :   Persibo Bojonegoro Gagal Lolos Delapan Besar Liga 3 Nusantara 2025/2026

Ada juga atlet yang cedera, seperti Krisna Wahyu Permana dan Ahmad Azlan. Padahal keduanya diproyeksikan mendapat emas.  Terlebih lagi Krisna pernah meraih medali emas tolak peluru PON 2016 di Bandung. 

Akibatnya Blora hanya meraih delapan medali emas dari cabang atletik, lima medali emas dari dayung, tiga medali emas di angkat besi, dan satu medali emas dari panjat tebing. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *