Angin Kencang Robohkan Belasan Tiang Listrik

Tiang listrik roboh akibat diterjang angin kencang

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Belasan tiang listrik di wilayah Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, roboh akibat diterjang angin kencang pada Sabtu (3/11/2018) sore kemarin. Hingga Minggu (4/11/2018) siang tadi, PLN masih berupaya mengatasi ambruknya tiang listrik di wilayah setempat.

“Di wilayah kami listrik sempat padam cukup lama. Tapi malam sudah nyala lagi,” ujar Danang, warga Desa Wadu Kecamatan Kedungtuban, Minggu (4/11/2018) siang.

Hujan yang tejadi kemarin sore disertai angin kencang hingga menyebabkan tiang listrik roboh.

“Semalam petugas langsung melakukan penanganan,” kata dia. 

Humas PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Kudus,  Sucipto, menyatakan, perbaikan tiang listrik dilakukan secara bertahap di titik-titik yang mengalami permasalahan.

“Sedang dalam penanganan tim kami,” ujarnya dikonfrontir terpisah.

Dijelaskan ada sebelas tiang listrik yang roboh di wilayah Kecamatan Kedungtuban.

“Delapan titik di Desa Wadu dan tiga titik di  Desa Ketuwan,” terangnya.

Diketahui, hujan lebat disertai angin kencang hari itu, sempat menerjang  wilayah Kecamatan Cepu. Sejumlah rumah  mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon.

Baca Juga :   Anggaran Perawatan Ruas Jalan di Bojonegoro Capai Rp 16 Miliar

Agung Tri, Tim Respon Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, menyampaikan, untuk wilayah Kecamatan Cepu terdapat empat desa/kelurahan yang terkena dampak hujan disertai angij kencang.

Di wilayah Kelurahan Tambakromo terjadi pohon tumbang hingga menutup jalan provinsi Cepu-Sinngget. Di Kelurahan Balun, pohon tumbang juga menutup akses jalan Provinsi, tepatnya diJalan Bypass.

“Peristiwa itu sempat menyebabkan kemacetan lalu lintas beberapa saat selama dilakukan evakuasi pohon,” sergahnya.

Sementara, di Desa Nglanjuk juga terjadi pohon tumbang melintang di tengah jalan dan menimpa rumah Hariyono (53), warga setempat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp3 juta. 

Di Desa Kentong, rumah milik Salamun (46) ambruk. Tidak ada korban jiwa, dan kerugian mencapai Rp50 juta.

“Adanya peristiwa itu, kami berkoordinasi dengan Forkopomcam serta melakukan pendataan,” kata Agung.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *