SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Kebutuhan elpiji 3 kilogram di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sebagian dipenuhi dari wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Setiap hari jumlahnya diperkirakan mencapai 1.120 tabung melalui Kecamatan Cepu.
Staf Bagian Perekonomian Sekda Blora Tulus Prasetyo, menjelaskan, setiap hari hampir dua truk pengangkut gas elpiji 3 kilogram masuk wilayah Cepu. Dengan estimasi, masing-masing truk mengangkut sebanyak 560 tabung. Selain itu juga ada pengecer yang juga mengambil dari wilayah Bojonegoro.
“Sepertinya wilayah Jawa Timur alokasi gas elpiji 3 kilogram-nya berlebih,” ujarnya.
Kondisi tersebut, justru bisa memberikan tambahan gas melon untuk mencukupi kebutuhan warga Blora. Bahkan, ada pengecer di Bojonegoro yang mengeluh akibat kesulitan menjual gas tersebut lantaran banyaknya persediaan.Â
Tulus tidak menampik jika kuota elpiji melon bagi Blora tidak banyak berkurang dengan adanya pasokan dari Jawa Timur. Reaslisasi elpiji 3 kilogram sampai Oktober, baru mencapai 74% artau 4.189.680 tabung dari kuota tahun ini sebayak 5.606.000 tabung.
“Dengan hitungan ini, maka sampai akhir tahun gas elpiji 3 kilogram di Blora dipastikan aman,” tegasnya.Â
Sedangkan untuk distribusi bulanan hanya sekitar 400.000 tabung. Pada hari besar bisa mencapai 500.000 tabung per bulan.Â
Tahun 2017 lalu, diperoleh keterangan jika kuota gas elpiji 3 kilogram Blora berlebih meski hanya 5.330.000 tabung. Kemudan tahun 2018 ini Blora mendapat tambahan 2% dari tahun sebelumnya, menjadi 5.606.000 tabung.Â
“Misalkan nanti pada akhir tahun tetap ada kekurangan, Pertamina sudah berkomitmen untuk tetap mendistribusikan gas elpiji 3 kilogram,” pungkasnya. (ams)