SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad SampurnoÂ
Blora – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Blora, Jawa Tengah, di Kecamatan Cepu mengeluhkan kondisi air berwarna coklat mirip teh.Â
Ninin, warga Gang 6 Cepu, keruhnya air PDAM Blora ini terjadi seminggu terakhir. Meski tidak bau, membuat konsumen tidak nyaman. Terutama yang memiliki kulit sensitif.
“Warnanya kecoklat-coklatan. Padahal bak mandinya barusan saya kuras,” ujarnya sambil menunjukkan warna air mirip teh kepada suarabanyuurip.com, Kamis (15/11/2018).
Tahun 2018 ini, kata Ninin, air PDAM sering tidak jernih dibanding tahun lalu.Â
“Kalau lancar sih lancar dan mengalir setiap hari. Saat musim kemarau juga tidak sampai kekurangan air. Tapi kok kurang jernih,” imbuhnya.Â
Kepala PDAM Blora Cabang Cepu, Muhamad Ali, saat dikonfirmasi menjelaskan,  keruhnya air tersebut kemungkinan karena adanya endapan lumpur diujung pipa penyaluran. Â
“Kami akan melakukan wash out selama 15 menit. Sehingga endapan lumpur bisa terbuang. Wash out tersebut akan dialirkan ke sungai,” ujar Ali dikonfirmasi terpisah.
Ali menduga keruhnya air PDAM disebabkan Bengawan Solo terjadi pladu-ikan mabuk-sekitar dua hari lalu. Pladu disebabkan adanya pencemaran air dari limbah batik yang diduga dibuang pada malam hari saat hujan terjadi. Â
“Kalau pladu kualitas airnya tidak bisa ditanggulangi. Meskipun diberi cairan pembersih sebanyak mungkin. Air tetap keruh,” ucap Ali.Â
Selama ini PDAM Blora mengambil air dari Bengawan Solo untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. (ams)