Perawatan Gedung Pemkab Bojonegoro Habiskan Rp400 juta/tahun

Perawatan Gedung Pemkab Bojonegoro Habiskan Rp400 juta/tahun

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Biaya perawatan kompleks kantor Pemkab Bojonegoro dan gedung berlantai tujuh menghabiskan anggaran sekitar Rp400 juta pertahunnya. Jumlah tersebut tergolong kecil, karena Pemkab Bojonegoro sedang melakukan efesiensi anggaran.

Pemkab Bojonegoro memiliki dua perkantoran yang butuh perawatan. Yakni gedung lama berlantai dua yang terletak di sebelah utara gedung baru berlantai tujuh. 

Kepala Bagian Umum Pemkab Bojonegoro Heri Kristianto mengatakan tahun ini jumlah anggaran untuk perawatan dan pengadaan barang sedang ada efesiensi anggaran. Anggaran Rp400 juta itu, digunakan sebagai perawatan gedung, rumah dinas bupati, pembayaran listrik, dan kelengkapan lain.

“Sehingga ada pendekatan untuk saling menjaga. Karena yang menggunakan fasilitas di gedung Pemkab Bojonegoro ini tidak hanya pegawai di lingkungan Pemkab,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Jumat (16/11/2018).

Saat ini pihaknya sedang melakukan penertiban pengguna gedung Pemkab Bojonegoro. Salah satunya ruang pertemuan yang sering digunakan oleh orang luar. 

Efesiensi yang dilakukan salah satu menekan biaya perbaikan gadung. Oleh karena itu, pengguna ruang pertemuan dilarang memasang banner di tembok.

Baca Juga :   BBM Naik Tempat Wisata Sepi

“Tahun ini agak kita tertibkan, seperti penggunaan banner di tembok tidak diperbolehkan. Karena di dalam ruang pertemuan sudah disiapkan tempat banner, sehingga tidak merusak tembok,” kata Hari, sapaan akrabnya.

Diungkapkan, serapan anggaran terbesar selain untuk pembayaran listrik, juga kerusakan jaringan dan pembuangan air.  

“Jaringan pembuangan limbah di gedung Pemkab Bojonegoro ini sering mampet,” ucapnya.

Hari mengakui jika perawatan untuk jaringan pembungan limbah yang macet itu secara perbaikannya agak lambat. Karena, jumlah personil tenaga perawatan masih minim. Jumlah tenaga perawatan gedung berlantai tujuh hanya empat orang.

“Karena personilnya sedikit jadi laporan kerusakan menjadi list. Yang paling krusial akan kita perbaiki terlebih dahulu,” tegasnya. 

Selain itu, serapan anggaran yang besar lainnya digunakan untuk perawatan lift. Perawatan lift dilakukan setiap bulan karena tingkat penggunanya tinggi. 

Setiap kali maintenance Pemkab Bojonegoro  harus mendatangkan langsung dari pemilik merk di Surabaya.

“Anggarannya minimal Rp1 juta,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Anggota SH Terate Rayon Sukosewu Bagikan 3000 Takjil di Bulan Suci Ramadan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *