Petani Sekitar Blok Cepu Meninggal Tertimpa Kabel Listrik

Warga Manukan tersengat listrik

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Bojonegoro – Nasib sial menimpa Warno, petani asal Desa Manukan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Pasalnya petani sekitar lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu, itu diduga meninggal terkena sengatan arus listrik dari kabel listrik yang menimpanya saat pulang usai membajak sawah, Minggu 18 November 2018, sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapolsek Gayam AKP Harjo, membenarkan seorang warga Desa Manukan yang meninggal diduga akibat terkena sengatan listrik.

“Ya, benar nama korban Warno, warga RT 10, RW 02, Desa Manukkan,” kata AKP Harjo, kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (18/11/2018) malam.

Kapolsek humanis ini menceritakan, sesuai hasil keterangan saksi kronologis kejadian korban berangkat menuju kesawah turut desa Desa Manukan mengendarai sepeda motor zusuki smas warna hitam dengan Nopol S 4693 DF.

Sesampainya disawah korban membajak sawah garapannya, setelah selesai terjadilah hujan yang disertai angin. Selanjutnya korban pulang namun sesampainya di jalan desa tempatnya dekat sawah milik Warsini, korban tertimpa kabel listrik yang tiang penyangganya terbuat dari pohon bambu roboh diterjang angin.

Baca Juga :   PNS Dilarang Tambah Cuti Lebaran

Saksi mata saat kejadian Ngarsim mengetahui korban jatuh kesawah milik Warsini, berusaha menolongnya. Namun Ngarsim terkejut setelah ingin mengangkat korban, karena merasa tersengat listrik. Kemudian Ngarsim lari menuju stop kontak dan mematikan aliran listrik. Kemudian setelah dirasa aman Ngarsim meminta bantuan warga untuk mengangkat korban dan membawa pulang kerumahnya.

“Selanjutnya oleh keluarga korban dibawa ke rumah sakit KPU Kalitidu namun nyawa korban tidak tertolong lagi, dan jenazah korban dibawa pulang kembali untuk dikebumikan,” tuturnya.

AKP Harjo menghimbau, masyarakat untuk berhati hati dan waspada disaat turun hujan disertai angin kencang dalam posisi perjalanan maupun sedang di sawah.

“Saat hujan campur angin lebih baik hentikan perjalanan carilah tempat berteduh yang aman. Kemudian jika masih di sawah segera pulang saja sebelum hujan turun karena resikonya banyak,” pungkasnya.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *