Sapi 1,2 Ton Bawa Semanding Juara Kontes Ternak 2018

Bupati Tuban tinjau lokasi kontes sapi

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Tahun ini Kecamatan Semanding menjadi juara umum dalam kontes ternak Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Prestasi tersebut diperoleh tak lepas dari keberadaan sapi seberat 1,2 ton lebih milik peternak bernama Munir asal Desa Kowang, Semanding.

“Alhamdulillah tahun ini dapat meraih juara satu dan dua,” ujar Munir ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com, selepas serah terima piagam dari Bupati Tuban di Lapangan Watu Gajah, Desa Bejagung, Semanding, Senin (19/11/2018).

Munir menjelaskan, dalam kontes ternak kali ini dua sapinya menjadi juara. Sapi juara satu dengan nomor peserta 03 memiliki berat 1.210 Kg, dan juara dua nomor urut 04 dengan berat 1.045 Kg. Disusul juara tiga sapi milik Mohbib asal Desa Talun, Kecamatan Montong dengan berat 1.020 Kg.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Tuban, Amenan, menambahkan, kontes ternak kali ini mengusung tema Tuban lumbung sapi turut membangun negeri. Berbeda dengan kontes ternak sebelumnya, karena tahun ini ditetapkan sebagai kabupaten dengan kelahiran sapi terbanyak di Jatim.

“Dari 20 kecamatan se-Tuban didatangkan 250 ekor sebagai keberhasilan program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (UPSUS SIWAB),” sambungnya.

Maksud kontes ternak salah satunya memberi informasi lebih luas soal usaha budidaya ternak kemasyarakat. Sekaligus memotivasi masyarakat dan peternak untuk memanfaatkan sapi dan kambing lokal sebagai budidaya. Terpenting mengundang investor untuk menanamkan modal dalam usaha budidaya ternak sapi dan kambing.

Di antara hasil penilaian kontes ternak, untuk kategori pedet betina sapi PO juara satu 05 nilai 1710 milik Sudari asal Desa Kembangbilo, Tuban. Juara dua nomor 03 nilai 1.266 milik Wahudin asal Desa Talun, Kecamatan Montong. Juara tiga dengan nomor peserta 08 nilainya 1.250, milik Widodo asal Desa Kanorejo, Rengel.

Kategori pedet jantan sapi PO juara tiga nomor 09 nilai 974 milik Warno asal Leran Wetan, Palang. Juara dua nomor urut 13 dengan nilai 1.016, milik Samad asal Desa Genaharjo, Semanding. Juara satu nomor 06 nilai 1.144, milik Islan asal Desa Margosuko, Bancar.

Baca Juga :   Truk Ekspedisi Hantam Pagar Rumah

Kategori calon induk sapi PO, juara tiga nomor 12 nilai 1.056 milik Suyanto asal Desa Minohorejo, Widang. Juara dua nomor 26 nilai 1.100 milik Ahwan asal Desa Tawaran, Kenduruan. Juara satu nomor 14 milik Sudari asal Desa Kembangbilo, Tuban.

Adapun kategori induk sapi PO, juara tiga nomor urut 04 nilai 1.196 milik Yasmani asal Desa Prunggahan Kulon, Semanding. Juara dua nomor 01 nilai 1.208, milik Dasiran asal Desa Sembungrejo, Merakurak. Juara satu dengan nomor 06 nilai 1.244, milik Suka asal Desa Cendoro, Palang.

Kadis Peternakan Jatim, Drh. Wemmi Niamawati, MMA, mengucapkan selamat kepada Bupati Tuban karena sukses menggelar program kontes ternak 2018.

Program ini tak bisa berjalan tanpa dukungan semua pihak. Semoga dapat menjadi penyemangat peternak dan generasi muda, kembali membudidayakan ternak sapi.

“Tuban masuk 5 besar produksi sapi di Jatim,” sambungnya.

Saat ini Jatim mampu mencukupi daging sapi di Provinsi dan Surplus 11 ribu ton. Juga mampu memasok sapi siap potong di luar provinsi. Kendati demikian, secara umum di Indonesia masih devisit.

Dalam rangka memperbanyak sapi, Pemprov dan Pusat telah melaksanakan program Ubsus Siwab. Dimana tahun 2018 target Jatim 1,29 juta ekor. Jadi 43% Jatim jadi tumpuan Nasional.

“Untuk Tuban target 95 ribu ekor. Jumlah ini tertinggi di Jatim,” imbuhnya.

Per 13 November capaian Kabupaten Tuban sudah 127%, untik kawin suntik (IB) di Tuban. Sedangkan PKB juga begitu sudah 123% atau melebihi target.

Pihaknya merasa bangga atas sinergi pusat, provinsi, dan daerah. Sekaligus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Tuban.

Semua Kabupaten/Kota di Jatim kompak melaksanakan pembangunan peternakan. Bupati juga konsisten karena Tuban telah dijadikan lumbung sapi.

“Saya hanya pesan betina produktif jangan di potong,” pintanya.

Bupati Tuban, Fathul Huda, berterimakasih kepada Kadis Peternakan Provinsi dan jajarannya yang mendapingi peternak Tuban, sehingga beberapa waktu lalu mendapat penghargaan dari Menpan.

Baca Juga :   Mensesneg Alergi dengan Wartawan

Indonesia saat ini masih impor sapi besar-besaran. Kalau dianalogikan, Tuban hanya memiliki luas 183 ribu hektar. Tempat hunian 22 ribu hektar, hutan 53 hektar, dan tanah yang ditanami 110 ribu hektar. Meski sempit, Tuban masuk populasi sapi terbesar di Jatim.

“Mari kita ambil pelajaran kekurangan sapi di Indonesia bukan lahan, tapi kemampuannya. Asal ada kemauan, kapan saja kita tak akan kekurangan sapi,” tambahnya.

Pemeliharaan sapi di Tuban yang harus dipertahankan yaitu, budaya, etos kerja. Para petani tak pernah menghitung biaya merawat sapi. Tak bisa kalau dialihkan semua profesional, karena semua elemen harus mumpuni.

Khususnya sapi dengan bobot 250 Kg tak boleh dipotong. Sapi yang menguntungkan yaitu ketika tumbuhnya diatas 250 Kg menuju 500 Kg. Untuk antisipasi pemotongan, di Tuban harus ada pasar sapi, atau agro sapi yang besar.

Kalau sudah ada penampungan sapi, nilai jual sapi akan ada jaminan ketika ada kontrak kerja dengan konsumen daging. Kabupaten Tuban punya Rumah Potong Hewan (RPH) tanggung. Seandainya punya RPH besar, hasil nilai jual stabil dan harga tinggi tak berpengarugmh dengan kenaikan inflasi.

Harapannya RPH yang ada harus berfungsi, sesuai standart yang dibutuhkan perusahaan. Kepala Diskanak Tuban silahkan buat proposal ajukan ke Mentan saya yang akan kawal. Selama Mentan tak akan ganti.

“Mentan sangat respon sekali. Minta draiyer langsung diberi 10 alat,” tambahnya.

Tuban punya BUMD yang akan dimodali. Kesempatan yang baik dan akan dipikirkan bersama, kalau tidak pasti akan seperti ini. Perda tambahan dana BUMD akan dibuat, dengan catatan harus aman dan provit.

“Dan tak akan ditambah dana RPH sebelum sempurna. Orientasinya jelas untuk semuanya,” pungkasnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *