SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban-Â PT Pertamina EP Asset 4 Sukowati meminta santri Pondok Pesantren Al Hadi Desa Banjararum, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendoakan kesuksesan pengelolaan Migas Blok Tuban.Â
“Kami mohon doa dan dukungannya agar pengelolaan lapangan migas sukses,’’ ujar Legal and Relation Staf PT Pertamina EP Asset 4 Field Sukowati Tarmizi, saat pembukaan Sekolah Jurnalistik Dasar (SJD) siswa SMA/SMK/MA di SMK Plus Al Hadi, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (21/11/2018).
Lapangan Migas Blok Tuban saat ini dikelola Pertamina EP Asset 4 Sukowati. Sebelumnya dikelola perusahaan asing kerjasama dengan Pertamina.
Selama 30 tahun pengelolaan Blok Tuban dilakukan oleh perusahaan asing secara bergantian. Diantaranya perusahaan Santa Fe, Petrochina dan lainnya.
‘’Alhamdulillah sejak 20 Mei 2018, pengelolaan lapangan Blok Tuban seluruhnya Merah Putih, karena sekarang sepenuhnya dikelola oleh Pertamina,’’ terang pria ramah ini.Â
Setelah dikelola Pertamina diharapkan bisa lebih banyak memberikan manfaat, dan kontribusi pada masyarakat. Khususnya masyarakat di sekitar lokasi kegiatan Pertamina Field Sukowati.
KH Ahmad Damanhuri, Ketua Yayasan Pengelola SMK Plus Al Hadi Desa Bajararum, Kecamatan Rengel, berharap lembaga pendidikannya yang masih seumur jagung bisa menerima manfaat dari keberadaan Pertamina. Pihaknya punya impian untuk membangun taman baca yang representatif.Â
“Saya sudah menghibahkan banyak buku koleksi saya. Literasi harus dikembangkan, karena rata-rata budaya kita ini mendengar. Mungkin nanti bisa dibantu salah satu impian saya ini,’’ pintanya.
Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Rengel Suwasis juga meminta agar dana CSR Pertamina bisa dikucurkan lebih banyak lagi. Selain pendidikan, juga untuk program-program pemberdayaan, agar masyarakat lebih berdaya dan bisa menunjang kesejahteraan warga,
‘’Kami harap bukan hanya kegiatan seperti ini saja. CSR juga disalurkan untuk program-program pemberdayaan,’’ sambungnya.
Sebatas diketahui, pembukaan program sekolah jurnalistik diawali dengan mahalul qiyam, atau pembacaan salawat pada Nabi Muhammad SAW. Hal itu dilakukan karena masih dalam suasana Maulid Nabi, atau peringatan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut.(aim)