2019, BUMD Blora Optimis Bisa Setor PAD Rp2,6 Miliar

Lapangan Banyuurip.com

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD Blora , Jawa Tengah, PT Blora Patragas Hulu (BPH), merasa optimis bisa memberikan setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih besar pada tahun 2019 mendatang.  

Tahun 2018 ini PT BPH telah menyetorkan PAD sebesar Rp1,3 miliar dari hasil pengelolaan penyertaan modal atau Participating Interest/PI Blok Cepu. 

“Saya optimis tahun depan lebih tinggi,” ujar Direktur Utama PT BPH, Imam Mukyar kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (24/11/2018).

PT BPH memprediksi tahun depan dapat menaikkan setoran PAD hingga 50%, atau sebesar Rp2,6 M. Sebab harga minyak mentah terus merangkak naik. 

“Yang pasti harga minyak semakin meningkat. Bahkan menyentuh level USD 80 per barel,” tegasnya. 

Untuk diketahui, selama tiga bulan terakhir harga minyak mentah Indonesia terutama jenis minyak Banyu Urip terus mengalami kenaikkan. Pada bulan Agustus 2018, harga minyak Banyu Urip sebesar USD 74, 88/barrel, kemudian naik menjadi USD 80,74/barel pada September. Kemudian naik lagi pada Oktober menjadi USD 83,93/barrel. 

Baca Juga :   Subsidi BBM dan LPG Bisa Capai Rp320 Triliun, Masyarakat Harus Ikut Awasi

Saat ini, produksi minyak Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu telah mencapai 210.000 barel per hari (bph). Di Lapangan Banyu Urip terdapat 45 sumur, dengan rincian 30 sumur produksi, dan 15 sumur injeksi.   

Hingga Agustus 2018, jumlah minyak yang terproduksi sebanyak 263 juta barel, dari total potensi 729 juta barel.

Lapangan Banyu Urip saat ini menjadi penyumbang 30% produksi minyak nasional. Sehari saja Banyu Urip berhenti produksi, akan berpengaruh pada ketahanan energi nasional. Produksi minyak nasional sekarang hanya 780 ribu Bph. Sedangkan kebutuhan minyak mencapai 1,6 juta Bph.(ams)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *