Kembangkan Bandara Ngloram, Blora Belajar ke Sumenep

Kembangkan Bandara Ngloram

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Rencana pengembangan Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terus dimatangkan. Pemkab Blora akan melakukan studi banding ke Kabupaten Sumenep untuk mengetahui pengelolaan Bandara Trunojoyo, mulai Selasa hingga Rabu (27-28/11-2018).

Rencananya, studi banding dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Blora, Komang Gede Irawadi. 

Menurut keterangan Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Blora, Djati Walujastono, studi banding akan dilakukan ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Bandara Trunojoyo Sumenep. Tujuannya untuk menambah wawasan tentang cara Pemkab Sumenep mempersiapkan hingga mengelola Bandara Trunojoyo yang sudah beroperasi 2010 lalu. 

“Kami ingin mengatahui sejauh mana keterlibatan Pemkab Sumenep dalam penyusunan Master Plan atau RIB, DED, Amdal Bandara,” kata Dajati kepada suarabanyuurip.com Senin (26/11/2018).

Selain itu Pemkab Blora ingin mengetahui berapa prosentasi pembebasan lahan untuk pengembangan bandara antara daerah dengan pemerintah privinsi.

Juga tentang formulasi apa saja yang dituangkan dalam nota kesepahaman antara pemerintah pusat dangan pemkab maupun pemprov. Termasuk kerja sama dalam penyelenggara Bandara Trunojoyo.  

Baca Juga :   Yuris : Jika Ingin Kelola Gas Flare Banyu Urip Harus Punya Ahli Reservoar

Pengembangan Bandara Trunojoyo menjadi perhatian Pemkab Blora. Sebab pengembangan tersebut meliputi aspek pengendalian daerah lingkungan kepentingan bandara, untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan. 

“Utamanya dalam menetapkan Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) kawasan sekitar bandara. Termasuk ketersediaan aksesbilitas dan utilitas untuk menunjang pelayanan Bandara,” tuturnya. 

Pemkab Blora,lanjut Djati, juga ingin mengetahui dukungan Pemkab Sumenep dan Pemprov Jatim kepada Kementerian Perhubungan untuk berkoordinasi dengan lintas instansi.

“Diantaranya koordinasi dengan AirNav, BMKG, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan lain-lain,” ucap Djati.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubbid Prasarana Wilayah Bappeda Blora Agus Budianto membenarkan rencana studi banding ke Sumenep. Kunjungan tersebut terkait perencanaan dan penganggaran pembangunan Bandara Ngloram.

“Juga bagaimana Bappeda mengkoordinasikan dengan provinsi maupun pusat. Bagaimana proses pengadaan lahan, infrastruktur apa yang harus d siapkan pemerintah daerah,” timpal Agus. 

“Kami juga ingin melihat bagaimana operasional bandara dilakukan. Sebab, nantinya Bandara Ngloram pengelolaannya seperti Bandara Sumenep,” pungkasnya. (ams) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *