SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Paparan Capres Prawobo Subianto di Indonesia Economic Forum yang menggambarkan masa depan anak bangsa hanya menjadi tukang ojek memantik reaksi ojek online atau Ojol Bojonegoro, Jawa Timur.
Sedikitnya 25 orang dari Komunitas Driver Online Bojonegoro (DOB) Angling Dharmo, menggelar aksi di halaman kantor DPRD Bojonegoro. Mereka menuntut agar Prabowo Subianto, Ketua Umum Gerindra yang juga Capres 2019 itu meminta maaf.
Ketua DOB Kusbiantoro menjelaskan aksi yang dilakukan ini karena menanggapi paparan Capres Prabowo di acara Indonesia Economic Forum pada hari Rabu (21/11/2018) lalu. Meme yang ditampilkan dalam paparannya digambarkan masa depan anak bangsa hanya menjadi tukang ojek setelah lulus sekolah.
Di dalam meme tersebut terdapat gambar topi SD, setelah lulus pergi ke SMP, setelah lulus pergi ke SMA, dan setelah lulus dari SMA, menjadi pengemudi ojek. Di meme itu juga terdapat kalimat “Sedih, tapi ini kenyataan.”
“Kalimat itulah yang membuat kami merasa terhina,” ujarnya.Â
Bagi warga Kecamatan Bojonegoro ini, profesi driver ojek online adalah pekerjaan halal. Tidak seharusnya menjadi bahan Capres Prabowo untuk mengkritisi dan memandang remeh pekerjaan tersebut.
“Apakah salah dengan profesi yang kami jalani sebagai tukang ojek, sehingga dianggap hina oleh Bapak Prabowo,” tandasnya.
Mereka meminta DPRD bisa menyampaikan tuntutannya kepada Capres Prabowo untuk menghormati pekerjaan ojek online, dan tiddak menjadikannya sebagai komoditas politik.
“Prabowo harus meminta maaf kepada ojek online,” serunya saat berorasi.Â
Dari pantauan di lapangan, tidak asa satupun anggota DPRD yang menemui puluhan anggota ojek online tersebut dikarenakan adanya jadwal kunjungan kerja.Â
“Iya, kebetulan hari ini banyak anggota DPRD yang mengikuti agenda diluar kantor,” pungkas Sekretaris Dewan Ali Mahmudi.Â
Aksi puluhan ojek online mendapat pengawalan dari kepolisian. Mereka kemudian membubarkan diri dengan tertib setelah tidak mendapat tanggapan dari wakil rakat.(rien)