SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), saat ini tengah mengajukan kenaikan reservoir atau cadangan minyak dan gas bumi (Migas) Blok Cepu dari 729 juta barel menjadi 800 juta barel ke Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
“Kita sedang mengajukan jumlah tersebut ke SKK Migas,” kata Vice Presiden ExxonMobil Indonesia, Erwin Maryoto, kepada Suarabanyuurip.com saat ditemui di Bojonegoro beberapa waktu lalu.
Cadangan migas yang dinilai cukup besar itu diproduksi menggunakan 45 sumur. Dengan rincian, 30 sumur produksi dan 5 sumur injeksi. Sementara per Agustus 2018, produksi minyak sebesar 263 juta barel.
“Untuk puncak produksi sekarang ini sebesar 210 ribu barel per hari,” tandasnya.
Sementara itu, fasilitas produksi yang digunakan EMCL saat ini per hari berkapasitas 220 ribu barel. Hal itu sesuai Amdal yang sudah ditetapkan dan disetujui pemerintah pada awal tahun 2018.
Terpisah, Kepala Bagian Humas SKK Migas Perwakilan Jawa Bali dan Nusa Tenggara, Doni Ariyanto, menegaskan, peningkatan cadangan minyak di Lapangan Banyuurip itu berarti mengajukan kegiatan eksplorasi baru kepada SKK Migas.
“Hal ini pastinya akan dibahas dipengajuan work, plan and busines atau WP and B tahun 2019,” pungkasnya.(rien)Â