Bukti Nyata Semen Indonesia Berdayakan OMS Kerek

Bukti Nyata OMS Berdayakan OMS Kerek

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk kembali membuktikan keberadaannya sebagai perusahaan yang selalu memberikan manfaat sekaligus memberdayakan masyarakat di sekitar operasinya.

Tahun ini kepedulian itu kembali ditunjukkan Semen Indonesia kepada sembilan organisasi masyarakat sipil (OMS) di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Semen Indonesia mengucurkan dana bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp250.000.000 untuk memberdayakan masyarakat setempat.

“Bagi OMS penerima manfaat marilah bersungguh-sungguh merealisasikan Program Pemberdayaan Masyarakat Semen Gresik (P2M-SG),” ujar Koordinator Forum Masyarakat Kokoh (FMK) Amanah Sejahtera Kecamatan Kerek, Hasyim, kepada suarabanyuurip.com, di sela-sela seremony program pemberdayaan realisasi dana CSR PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk kepada OMS di kecamatan setempat, Kamis (29/11/2018).

Hasyim menjelaskan FMK di Kecamatan Kerek sudah tahun yang ketiga, tapi di 2018 merupakan FMK baru hasil revitalisasi FMK yang sudah ada oleh P2M-SG dan PT SI. FMK dibentuk dalam rangka mengkoordinasikan OMS yang ada di tingkat Kecamatan Kerek, tentang bagaimana bisa bersinergi dengan PT SI pabrik Tuban. 

Di tahun 2018 ini FMK masih mendapat alokasi dana CSR Rp250 juta, tapi polanya berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini lebih terbuka/transparan terhadap masyarakat. 

FMK terdiri dari empat orang, diantaranya Suliyati (wakil perempuan), Nur Khozin (wakil tokoh masyarakat), Chusnul Huda (Wakilan organisasi kepemudaan). Tujuan FMK utamanya berperan aktif meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Adapun proposal yang masuk ada 11, tapi dua proposal belum lolos dalam seleksi tim verifikasi dan butuh perbaikan. Akhirnya hanya ada sembilan OMS yang mendapatkan manfaat dana pemberdayaan CSR 2018. 

Sembilan OMS penerima manfaat P2M-SG meliputi, LPTQ Kecamatan Kerek mendapat Rp17 juta untuk pembinaan MTQ, PAC GP Ansor mendapat Rp30 juta untuk diklat Bansher “Bhakti Ansor untuk Negeri”, Yayasan Pendidikan Nailun Najah MTs Salafiyah Kerek mendapat Rp37 juta untuk pengadaan sarana drum band. 

Baca Juga :   Pemuda Sekitar Semen Gresik Minta Dipekerjakan

PKK Kecamatan Kerek mendapat Rp35 juta, untuk pelatihan penanaman Toga media polyback dan hydroponik. PAC Aisiyah Kerek mendapat Rp20 juta, untuk pelatihan membuat kue kering dan basah. Muslimat NU Kerek mendapat Rp26 juta, untuk pelatihan menjahit dan produksi hijab. 

Karang taruna mendapat Rp25 juta untuk kegiatan fun bike to village 2. Koramil Kerek mendapat Rp15 juta untuk pengadaan sarana dan prasarana. Polsek Kerek mendapat Rp20 juta untuk pembangunan gedung. 

“FMK sendiri mendapat alokasi Rp25 juta untuk biaya operasional selama berlangsungnya program,” katanya. 

Sekcam Kerek, Ari Wibowo Waspodo, menambahkan selaku Pemerintah Kecamatan Kerek mengucapkan beribu terimakasih kepada PT SI yang telah memberikan CSRnya ke masyarakat Kerek. Kami harapkan sinergi ini terus bergulir, demi Kecamatan Kerek maju dan sejahtera. 

“Kedepan kita akan selalu koordinasi dengan PT SI untuk mendukung mendukung program yang baik,” sambungnya. 

Dikesempatan yang sama, Direktur P2M-SG, Nunuk Fauziyah, menjelaskan program pemberdayaan ini menyasar Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) di 24 Desa dan 3 Kecamatan. Total proposal diisu pemberdaan sejumlah 113 dan Infrastruktur sejumlah 76 telah terverifikasi dan mendapat realisasi anggaran dari TJSL. Realisasi anggaran disesuai dengan kebutuhan OMS.

Verifikasi proposal melibatkan multi stakeholder yakni Bappeda, PT. SI, Pemerintahan Kecamatan, Pemerintah Desa, Koordinator Forum Masyarakat Kokoh (FMK) dan tim Konsultan P2M-SG. Tahap ini membutuhkan waktu panjang, supaya hasil program juga maksimal. 

Baca Juga :   PNBP Minerba Tembus Rp70 Triliun

Ditegaskan pula, alokasi FMK sebesar Rp25 juta bukan untuk dibagi ke anggota, tapi digunakan untuk operasional selama program. FMK diharapkan bersungguh-sungguh mengawal dan menjaring aspirasi masyarakat. 

“Selamat bapak-ibuk OMS yang menerima manfaat CSR pemberdayaan. Nanti akan ada monitoring melibatkan Bappeda, Media, Camat, Kades, Koordinator FMK, P2M-SG, dan PT SI,” imbuh aktifis perempuan ini. 

Adapun yang dimonitoring mulai alokasi anggaran, penerima manfaat dan jumlah penerima manfaat, serta sistem pelaporan seperti apa. Ketiga aspek tersebut harus disingkrongkan dengan usulan di proposal. 

Misalnya PKK di Kecamatan Kerek usulannya pelatihan tanam toga, laporannya juga harus sama. Hasil dari monitoring akan muncul rekomendasi. Ketika OMS baik dalam menjalankan program dan LPJnya, maka akan direkomendasi ke PT SI untuk ikut program berikutnya.

Sebagai konsultan P2M-SG, Nunuk menilai PT SI memiliki komitmen yang baik, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Setiap momen pertemuan tahapan program dimuat media, karena mengutamakan keterbukaan. Seluruh masyarakat dimanapun bisa mengakses berapa anggaran program dari PT SI di Kabupaten Tuban. 

Senior CSR PT. Semen Indonesia, Setiawan Prasetyo, menambahkan FMK di tahun ketiga ini mengedepankan transparansi. Intinya program ini dari untuk dan diawasi oleh masyarakat. Programnya ada dua yaitu pemberdayan dan infrastruktur. 

“Diharapkan program ini bisa menekan kemiskinan, sekaligus menggerakkan perekonomian warga sekitar operasi,” tambah Iwan sapaan akrabnya. 

Pihaknya juga memohon doa dari masyarakat Kecamatan Kerek, supaya produksi dan penjualan Semen Indonesia lebih baik. Karena manfaat program pemberdayaan dari perusahaan semen BUMN kembali dirasakan masyarakat. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *