SuaraBanyuurip.com –Ali Imron
Tuban-Â Keberadaan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, benar-benar dirasakan masyarakat sekitar operasi. Tahun ini lima Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) Desa Kedungrejo, Kecamatan Kerek diberdayakan melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Semen Gresik (P2M-SG) dengan dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp250.000.000.
“Semoga pemberdayaan ini berjalan lancar dan bermanfaat bagi semua,” ujar Koordinator Forum Masyarakat Kokoh (FMK) Suthasoma Desa Kedungrejo, Kecamatan Kerek, Rohim, kepada suarabanyuurip.com disela-sela ceremony program pemberdayaan realisasi dana CSR PT Semen Indonesia kepada OMS di balai desa setempat, Jumat (30/11/2018).
Pria ramah ini menjelaskan, digulirkannya dana pemberdayaan CSR ini tujuannya agar bisa diserap dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Keberadaan FMK berkewajiban dan bertanggungjawab menyosialisasikan program tersebut.
Adapun lima OMS yang diberdayakan oleh perusahaan semen BUMN meliputi, PKK mendapat dana Rp21.000.000 untuk pelatiha bordir. Posyandu mendapat Rp8.180.000 untuk detekei dini penyakit Kusta. KUB Kedung Maju Makmur dapat Rp18.480.000 untuk pengembangan usaha konveksi. Pemerintahan Desa mendapat Rp95.499.000 untuk rehab balai desa. LPMD mendapat Rp81.841.000 untuk pembangunan parkir.
“FMK juga mendapat alokasi Rp25.000.000 untuk biaya operasional dan memfasilitasi berjalannya program,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Direktur P2M-SG, Nunuk Fauziyah, menjelaskan, pertemuan ceremony hari ini bukanlah tiba-tiba ada. Ada proses panjang yang dilalui sampai tiba proses realisasi program ini.
Sebagai konsultan program, Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) menilai PT Semen Indonesia ini sudah melakukan kerja yang baik diantaranya melakukan pendampingan bekerjasama dengan KPR melalui P2M-SG. Tahun ini keseluruhan ada 24 desa dan tiga kecamatan yakni Kerek, Merakurak, dan Jenu yang menerima program.
Dalam sosialisasi di balai desa, semua masyarakat berkesempatan mengusulkan proposal. Verifikasi proposal bertempat di ruang rapat Bina Lingkungan PT. Semen Indonesia (persero) Tbk. Melibatkan multi stakeholder yakni Bappeda, PT. SI, Pemerintahan Kecamatan, Pemerintah Desa, Koordinator Forum Masyarakat Kokoh (FMK) dan tim Konsultan P2M-SG.
Selama proses verifikasi berlangsung, mereka cukup representatif dan akseptable dalam mengambil keputusan. Seluruh proposal yang masuk pada tahap akhir, sebelumnya telah lolos verifikasi administrasi dan kelengkapan teknis lainnya di tingkat desa.
Hal tersebut dilakukan oleh Penggurus Forum Masyarakat Kokok (FMK) bersama dengan Koordinator dan Fasilitator P2M-SG. Proses verifikasi berlapis tersebut bertujuan untuk menghasilkan kegiatan yang layak mendapatkan alokasi dana TJSL SI.
Dengan mengedepankan prinsip partisipatif, berbasis pada kebutuhan warga, berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan dapat meningkatkan taraf kesejahteraan warga pada wilayah pengembangan perusahaan.
Secara keseluruhan dana P2M-SG sejumlah Rp6,75 Miliar. Total nilai pemberdayaan Rp1,6 Miliar, dan yang fisik Rp4,09 Miliar. Adapun proposal diisu pemberdaan sejumlah 113 dan Infrastruktur sebanyak 76 proposal.
“Selamat bapak dan ibu penerima manfaat program pemberdayaan ini semoga berkah,” imbuh aktifis perempuan ini.
CDO PT Semem Indonesia di wilayah Kerek, Andik Sutikno, mengajak semua elemen bersama melaksanakan kegiatan dengan baik dan serius. Karena kemanfaatan program ini kembalinya ke masyarakat.
“Program ini merupakan usulan masyarakat, oleh dan untuk masyarakat,” imbuhnya.
Manajemen Semen Indonesia selalu menyuport kegiatan di desa sekitar operasi melalui anggaran CSR. Kegiatan ini membutuhkan perencanaan yang baik, karena hasilnya juga akan baik pula. Bola sekarang berada ditangan OMS yang akan melaksanakan kegiatan, dan waktunya merealisasikan usulan.
“Mari berlomba bersama untuk berkembang, yang bermuara pada kemakmuran masyarakat. Bismilah melaksanakan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh supaya hasilnya lebih baik,” harapnya.
Sekdes Kedungrejo, Wafiul Khoiri, mengucapkan terimakasih kepada PT SI, P2M-SG, dan konsultan program KPR. Semoga program ini bermanfaat dan mendorong OMS lebih mandiri.
Penerima manfaat program CSR dari PKK Kedungrejo, merasa bangga dan bahagia adanya program ini. Kali ini mengusulkan program pelatihan bordir untuk 10 anggota PKK.
“Ini pelatihan perdana bagi anggota PKK yang rata-rata sudah memiliki bekal menjahit,” pungkas Hosniyah, Bendahara PKK Kedungrejo.(aim)