SuaraBanyuurip.com -Â Â Ali Imron
Tuban- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menggelontorkan dana program Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp250.000.000 untuk empat Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) Desa Mliwang, Kecamatan Kerek.Â
“Kami ucapkan terimakasih kepada PT SI sekalipun program ini realisasinya di penghujung tahun,” ujar Kepala Deaa Mliwang, Sugianto, kepada suarabanyuurip.com, disela ceremony program pemberdayaan realisasi dana CSR PT SI kepada OMS di balai desa setempat, Jumat (30/11/2018).
Kades ramah ini menjelaskan, empat OMS yang mendapatkan program CSR yaitu, Yayasan Nurul Jadid mendapat alokasi Rp97.204.000 untuk pembangunan pondasi dan lantai Kantor MIs Nurul Jadid. PKK dapat Rp75.000.000 untuk pengadaan kusen pintu jendela, dan penutup atap Kantor MIs Nurul Jadid.
Kemudian LPMD menerima Rp20.796.000 untuk pengadaan plafond dan finishing Kantor MIs Nurul Jadid, dan Pokjakin dapat Rp32.000.0000 untuk pengembangbiakan ternak kambing.Â
“Mari lakukan program ini dengan baik supaya masyarakat Mliwang merasakan manfaatnya,” harapnya.Â
CDO PT Semem Indonesia di wilayah Kerek, Andik Sutikno, senantiasa mengajak semua OMS melaksanakan program dengan baik dan serius. Dikarenaman kemanfaatan program ini kembalinya ke masyarakat.Â
“Program ini merupakan usulan masyarakat, dilaksanakan oleh dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” tambahnya.Â
Manajemen Semen Indonesia selalu menyuport kegiatan di desa sekitar perusahaan termasuk Mliwang melalui anggaran CSR. Dijelaskan kenapa baru saat ini program teralisasi, karena membutuhkan perencanaan yang baik dengan harapan hasilnya juga maksimal.
“Mari berlomba bersama untuk berkembang, yang bermuara pada kemakmuran masyarakat,” ajaknya.Â
Sekilas melihat kegiatan yang direncanakan OMS Mliwang hampir 80% masih melanjutkan fisik di MI Nurul Jadid. Kendati demikian, lembaga tersebut merupakan wadah pengembangan pendidikan karakter anak yang menjadi asset masa depan.
Adapun program pemberdayaan ternak kambing di Mliwang, diharapkan tidak berhenti di tengah jalan. Karena kedepan ada monitoring program yang melibatkan beberapa unsur mulai Pemkab, DPRD, media, Camat, P2M-SG, dan PT SI.
“Monitoring dilakukan supaya program berjalan dengan baik,” imbuh Andik.Â
Sekalipun anggaran ternak kambing belum banyak, tapi marilah program pemberdayaan dijalankan dengan serius. Kita semua harus yakin, supaya Mliwang kedepan menjadi sentra ternak kambing.Â
Koordinator Forum Masyarakat Kokoh (FMK) Desa Mliwang Manunggal, Winoto, menjelaskan program pemberdayaan ini melalui beberapa tahapan kegiatan. Mulai dari sosialisasi P2M-SG tingkat kabupaten, sosialisasi tingkat desa, revitalisasi FMK, pengajuan proposal OMS, seleksi proposal tahap awal, verifikasi keputusan proposal tahap akhir, choaching dan konseling proposal, MoU pelaksana program FMK dengan SG, pelatihan pelaksana program, pencairan anggaran OMS, pelaksanaan program, forum konsultasi pelaksana program, monitoring, dan pelaporan.Â
“Kita harus komitmen menyukseskan program ini,” sambungnya.Â
Peran FMK yaitu menyosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya upaya pemberdayaan masyarakat melalui bantuan dana yang besumber dari CSR PT SI. Selain itu, menetapkan kebijakan dan kegiatan yang akan didanai oleh CSR PT SI, tentang prioritas kegiatan yang berhak mendapatkan alokasi dana TJSL dengan tetap memperhatikan hasil dari Musdes yang tertuang dalam RKPDes dan RPJMDes tahun berjalan.Â
“FMK juga memonitoring dan evaluasi dalam pelaksanaan kegiatan yang telah ditetapkan mendapatkan bantuan dana TJSL yang bersumber dari CSR PT SI,” terang pria humanis itu.Â
Salah satu penerima manfaat program CSR dari Kelompok Kerja Penanggulangan Kemiskinan (Pokjakin), Juri, berharap program pemberdayaan berupa tenak kambing ini berkembang. Karena ntusias warga bagus.Â
Rencananya dana CSR pemberdayaan akan dibelikan kambing 20 ekor, dan dibagi empat kelompok. Diyakini program ini akan berjalan baik, karena mayoritas masyarakat juga peternak.Â
“Kami yakin program ini tepat sasaran dan berkelanjutan,” tegasnya.Â
Diketahui, secara keseluruhan dana P2M-SG sejumlah Rp6,75 Miliar. Total nilai pemberdayaan Rp1,6 Miliar, dan yang fisik Rp4,09 Miliar. Adapun proposal diisu pemberdaan sejumlah 113 dan Infrastruktur sebanyak 76 proposal. Program ini menyasar 24 desa dan tiga kecamatan yakni Kerek, Merakurak, dan Jenu. (aim)