SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban-Â Rekrutmen 10 karyawan dari luar non ring di PT Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG) hari ini berimbas ke PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Massa yang berasal dari Desa Karangasem, Kecamatan Jenu bersama Aliansi Karang Taruna ring 1 Semen Gresik Kabupaten Tuban, Jawa Timur, meminta manajemen Semen Indonesia selaku induk anak usaha menyikapi persoalan ini.Â
“Tadi negosiasi di PT IKSG belum ada hasil makanya kita ke PT Semen Indonesia,” ujar Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Antok, kepada suarabanyuurip.com, di sela aksi, Selasa (11/12/2018).
Antok menjelaskan, sebelumnya massa mendemo IKSG kedua kali mulai pukul 07.00 WIB. Mediasi dilakukan sekitar pukul 09.00-10.30 WIB, dan masih alot. Manajemen masih bersikukuh dengan jawaban awal yaitu mempertahankan 10 karyawan eks PT Gunawan Fajar Tuban.Â
Korlap lainnya, Darwanto, dalam orasinya pemuda ring IKSG dari Desa Karangasem, Socorejo, dan Temaji telah dibodohi karena ada perekrutan karyawan di luar ring. Massa mendesak manajemen Semen Indonesia menindak tegas keputusan anak usahanya yang telah menciderai hubungan baik selama ini.Â
“Tidak ada alasan dan tawar menawar bahwa di luar ring 1 tak boleh bekerja di IKSG,” pekik pria bertopi itu.Â
Semen Indonesia harus bersikap tegas kepada oknum PT IKSG karena telah mengingkari kesepakatan. Unsurnya ijin prinsip penggunaan Naker harus prioritaskan ring 1.Â
“Kedatangan pemuda untuk merebut hak warga lokal yang direbut 10 orang di luar ring 1,” tegasnya.Â
Orator ulung ini, meminta massa jangan mau dijadikan penonton dan pengemis di tanah kelahirannya.Â
“Mari kita bangkit bersama. Petinggi Semen Indonesia jangan hanya duduk diam dan tertawa atas kondisi ini,” teriaknya sambil membakar semangat massa.
Sampai berita ini ditulis, perwakilan massa masih mediasi dengan manajemen Semen Indonesia. Belum ada pihak perusahaan yang berkenan memberi keterangan atas demo pemuda lokal hari ini. (aim)