SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban-Â PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ingn memberdayakan warga Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dengan cara membuat alat tangkap rajungan atau bubu. Program tersebut diawali dengan memfasilitasi study banding Pemdes bersama Forum Masyarakat Kokoh (FMK) ke PT Cahaya Biru di Desa Semedu Sari, Kecamatan Ledok, Kabupaten Pasuruan.
“Yang kami kunjungi merupakan pabrik pembuatan alat tangkap rajungan,” ujar Kepala Desa Socorejo, Arief Rahman Hakim, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (14/12/2018).
Rencananya setelah study banding ini, pemdes akan membangun pabrik pembuatan alat tangkap rajungan di desa setempat. Adapun rombongan berangkat menuju lokasi menggunakan bus Semen Gresik. Terlibat pula bu Sekdes Wintayah, isti Kades, dan jajaran perangkat desa di ring 1 semen BUMN.
Socorejo sendiri memiliki panjang pantai kurang lebih dua Kilomeeter (Km). Sisi Timur pelabuhan terdapat kawasan hijau yang ditumbuhi pohon cemara. Sementara sebelah Barat Pelabuhan Khusus (Pelsus) SG merupakan kawasan padat penduduk yaitu Dusun Karangdowo.
Selain petani, dan karyawan industri, masyarakat Socorejo sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Rajungan menjadi salah satu tangkapan yang cukup menjanjikan. Oleh karena itu, akan lebih besar manfaatnya bagi masyarakat ketika berdiri pabrik pembuatan alat tangkap rajungan.
“Semua rencana ini untuk kesejahteraan masyarakat Socorejo tercinta,â€Â imbuh alumnus PMII Yogyakarta.
Senior CSR Officer Semen Indonesia, Setiawan Prasetyo, menjelaskan perusahaan selalu komitmen mendukung pemberdayaan warga desa sekitar area pengembangan. Adapun Socorejo kali ini diajak melihat langsung proses pembuatan alat Bubu di pabriknya.
“Habis ini akan ada evaluasi kemudian kita tindaklanjuti,” sambung pria ramah ini.
Apabila program ini berjalan sesuai rencana, pastinya perekonomian warga khususnya nelayan bergeliat. Karena jika selama ini cukup sulit mencari rajungan, dengan Bubu nelayan akan cukup cepat menangkapnya.
“Istilah pemberdayaan kami tidak beri ikan tapi kami berikan kail ke masyarakat,” pungkasnya. (aim)