Angling Tuban Kekurangan Armada

Angling Tuban

SuaraBanyuurip.com Hidayatul Khoiriyah

Tuban- Angkutan Lingkungan (Angling) yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kekurangan armada. Pihak BUMD telah mengajukan penambahan armada ke Dinas Perhubungan, namun masih proses penggodokan.

“Kami masih akan koordinasikan dengan pihak terkait,” ujar Kepala Dishub Kabupaten Tuban, Muji Slamet kepada suarabanyuurip.com, Kamis (20/12/2018).

Kekurangan armada tersebut membuat pihak BUMD kesulitan melayani pemesanan pelanggan. Adapun order yang diterima operator setiap hari mencapai 30 hingga 50 kali. Satu-satu jalan, terpaksa membatalkan beberapa orderan.

“Terpaksa kami lakukan karena armada minim,” beber Mundlir pihak BUMD Ronggolawe Sukses Mandiri Tuban.

Pria ramah ini menjelaskan, jumlah penelphone meningkat pada musim hujan yang mencapai hingga 70 orang. Pihaknya mengaku resah, jika harus menolak order pelaanggan karena dapat berpengaruh pada kredibiltas produk.

“Kami berharap proposal penambahan armada Angling segera di ACC,” imbuhnya.

Sementara itu, respon masyarakat terhadap Angling cukup baik. Dibuktikan dengan banyaknya orderan yang diterima operator Angling per harinya.

Baca Juga :   Tanam Pohon, IDFoS Indonesia Bersama EMCL dan SKK Migas Hijaukan Bojonegoro

Diberitakan sebelumnya, angkutan roda tiga jenis bajaj berteknologi India ini, diuji coba Bupati Tuban, Fathul Huda pada bulan Juli 2018. Angling digadang akan menggairahkan roda perekonomian di Bumi Wali, sebutan lain Tuban.

Kelebihan angkutan ini adalah buatan India kelas Dunia dengan kapasitas 200 cc, kuat dan tahan operasi di atas tujuh tahun, door to door & maneuver rotasi di gang sempit, perawatan mudah dan suku cadang murah selalu tersedia. Mesinnya pun tidak bising (4 tak), lebih gesit dan irit, mudah dioperasikan, mampu membawa beban 282 Kg, dan kosumsi bahan bakar 1:30 atau 30 Km per liter.

Direktur BUMD PT RSM Tuban, Hadi Karyono Soemodinoto, menambahkan, angkutan baru ini sangat efektif karena sekali jalan bisa mengangkut 3-4 orang. Soal harga juga sangat kompetitif, sekali buka pintu cukup bayar Rp6 ribu dengan jarak tempuh maksimal 1 Km.

Setelah 10 unit Angling ini diterima di publik, pihaknya akan menambah jumlah armada. Semula fokus di perkotaan, kemudian dikembangkan ke tingkat kecamatan dan desa.

Baca Juga :   Lamongan Ikuti Jambore Pramuka ke Korea

“Kalau masyarakat ingin beli harga 1 unit Rp60 juta,” pungkasnya. (hida)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *