SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
 Tuban- Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sampai dengan 17 Desember 2018 sudah terealisasi Rp414.860.154.401,29. Capaian ini nyaris mendekati target sebesar Rp417.268.516.865,10 atau baru 99,42%.
“Yang belum mencapai 100% tinggal lain-lain PAD yang sah,†ujar Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban, Rohman Ubaid, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (20/12/2018).
Adapun pajak daerah tahun ini ditarget Rp192.476.223.110, dan terealisasi Rp198.612.726.581 atau 103,19%. Jumlah ini naik signifikan dibandingkan tahun 2017 lalu, karena targetnya hanya Rp175.064.473.820 dan terealisasi Rp194.942.273.735,15.
Retribusi daerah di 2018 targetnya Rp26.162.965.922, dan realisasinya 107,97% atau Rp28.249.181.335,17. Lebih besar dibanding tahun sebelumnya yang ditagetkan Rp22.236.357.316 dan realisasinya Rp24.283.568.805.
Begitupula dengan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan. Tahun ini ditarget Rp11.036.116.409.50 dan tercapai 100% atau Rp11.036.116.409,50. Di tahun sebelumnya realisasinya hanya mencapai 99,27% atau Rp11.023.833.733,44 dari target sebesar Rp11.104.510.131,86.
Sedangkan lain-lain PAD yang sah targetnya Rp187.593.211.423,60 dan baru tercapai Rp176.962.130.075,62. Tahun lalu sampai akhir Desember terealisasi 104,93% atau Rp266.974.131.658 dari target Rp254.421.656.419,38.
“Globalnya realisasi PAD tahun 2017 Rp497,2 miliar lebih dan di tahun 2018 baru Rp414,8 miliar,†pungkas mantan Camat Jenu.(Aim)