SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban-Â Sama halnya minyak bumi, tahun ini Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendapat Dana Bagi Hasil (DBH) gas bumi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI sebesar Rp2.553.938.475 atau 518.99% dari target Rp492.100.000. Perolehan fantastis ini merata di kabupaten/kota se-Jatim, karena ada peningkatan produksi Migas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Tak hanya Tuban, semua kabupaten/kota juga DBH Migasnya naik drastis,†ujar Kabid Pendapatan Pajak Daerah Lainnya dan Dana Perimbangan DPPKAD Tuban, Syamsul Arifin, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (22/12/2018).
Perolehan bagi hasil gas tersebut tercatat sampai dengan tanggal 17 Desember 2018. Adapun selisih realisasi dengan target sebesar Rp2.061.838.475 atau 418,99%.
DBH gas maupun minyak bumi, dipergunakan untuk membiayai proyek fisik maupun pemberdayaan di 20 kecamatan. Penyalurannya melalui program di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah Bumi Wali.
Awalnya target DBH Gas Bumi yang diterima Pemkab Tuban tahun 2018 lebih kecil hanya Rp562.400.000. Selisih penerimaan bagi hasil tersebut, karena di tahun 2017 ada penerimaan kurang bayar tahun 2016 sebesar Rp4.250.866.275. Sementara target DBH Gas Bumi Tuban di 2017 sebesar Rp4.717.664.000.
DPPKAD Tuban menyebut, untuk target perolehan DBH gas bumi pada P-APBD sebesar Rp4.717.664.000. Realisasi sampai triwulan IV mencapai 175,92% atau setara Rp8.299.417.314. Selisih antara target dan realisasi sebesar Rp3.581.753.314.
“Selisih target dan realisasi minyak 12,71% dan gas 75,92%,†sambung Kepala DPPKAD Tuban, Rini Indrawati.
Di samping itu, untuk perolehan DBH Gas Bumi melebihi target 2016 sebesar Rp464.350.000. Dikarena ada penerimaan kurang salur tahun sebelumnya sebesar Rp526.577.877. Otomatis realisasinya sampai dengan bulan Desember mencapai Rp858.401.927.(aim)