Pemkab Blora Kesulitan Anggarkan Perawatan Rusunawa Cepu

Pemkab Blora Kesulitan Anggarkan Perawatan Rusunawa Cepu

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Rumah Susun Sederhana Sewa atau Rusunawa Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, hingga akhir tahun 2018 belum ada tanda-tanda diserahkan kepada Pemkab setempat. Akibatnya Pemkab Blora kesulitan menganggarkan untuk perawatan.

Saat ini jumlah ruang kosong semakin berkurang seiring dengan makin banyaknya masyarakat yang berminat menempati rusunawa.

 Kepala Bidang Perumahan Dinrumkimhub Blora, Suhariyono menjelaskan belum diserahkannya rusunawa dari pemerintah pusat menjadikan Pemkab Blora sulit menganggarkan perawatan. Sebab, belum ada regulasi yang menjadi payung hukum untuk pengajuan anggaran perawatan.

Semantara pendapatan dari sewa rusunawa setiap ruangan langsung masuk dalam kas daerah.

“Nah, untuk perawatan kan seharusnya juga melalui usulan,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com, saat ditemui di ruanggannya belum lama ini.

Sekalipun kesulitan mengusulkan anggaran perawatan, Pemkab Blora tidak lantas membiarkan jika ada kerusakan rusunawa.

“Kami usahakan supaya kerusakan bisa diperbaiki,” ucapnya.

Pihaknya berharap pemerintah pusat segera meyerahkan aset tersebut kepada Pemkab Blora.

“Supaya kami bisa mengambil kebijakan lebih terkait Rusunawa tersbut,” tuturnya.

Pengelola Rusunawa Cepu, Sunarko meyampaikan bangunan lima lantai dengan 96 ruang itu belum semuanya terisi penuh.

Baca Juga :   PSHT Bojonegoro Fokus Pembinaan Atlet dan Tak Terlibat Aksi Dukung Calon Tertentu

“Sekarang masih tersisa 7 ruangan yang kosong,” pungkasnya dikonfirmasi terpisah.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *