SuaraBanyuurip.com -Â Hidayatul Khoiriyah
Tuban-Â Pengunjung Museum Kambang Putih Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mencapai 2.000 wisatawan tiap bulannya atau 24.000 orang selama 2018. Mayoritas pengunjungnya pelajar dari berbagai kota di Indonesia.
“Ada dari Medan, bahkan dari Perancis untuk melakukan penelitian,†ujar Kepala Museum Kambang Putih, Santi Puji Rahayu, kepada suarabanyuurip.com, Senin (24/12/2018).
Museum yang terletak di Jalan Kartini itu memliki koleksi 5.774 dari berbagai kecamatan di Tuban. Secara keseluruhan koleksi diperoleh dari hasil penggalian bahkan hibah dari masyarakat.
Santi, sapaan akrabnya, merasa senang dengan munculnya perhatian masyarakat terhadap sejarah. Terbaru dan masih dikonservasi dari Jenu berjenis keramik, dan itu juga hasil hibah warga.
Jenis koleksi di Museum Kambang Putih mayoritas peralatan laut yang didapat dari penyelaman di laut terutama Pantai Boom. Zaman dulu Pantai Boom pernah menjadi pelabuhan terbesar berskala internasional, sehingga menyimpan banyak benda-benda yang berkaitan dengan perlengkapan kelautan dari berbagai negara.
Selain koleksi peralatan laut, Museum Kambang Putih memiliki koleksi unggulan yang diperkirakan terbuat pada era Sunan Bonang, yakni Kalpataru. Benda tersebut sebagai simbol harmonisasi empat agama yang ada di Tuban, yakni Hindu, Budha, Konghucu, dan Islam.
“Meskipun peninggalan Islam, tetapi Kalpataru merupakan simbol harmonisasi antar agama,†pungkas perempuan ramah itu. (hida)Â