SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pertamina EP Cepu (PEPC) menegaskan, penjualan gas sebesar 92 MMSCFD dari Lapangan Unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB) yang merupakan sisa dari jatah PLN tersebut nantinya akan diserahkan ke Pertamina (Persero). Barulah nanti, Persero yang akan melakukan penjualan secara retail.
Direktur Utama Pertamina EP Cepu, Jamsaton Nababan, mengungkapkan, saat ini Perusahaan Listrik Negara (PLN) mendapatkan jatah gas sebesar 100 MMSCFD (Million Metric Standard Cubic Feet per Day) sesuai Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) di harga US7,6/MMBTU (Million Metric British Thermal Unit) standar gas.
“Masih ada sisa 92 MMSCFD yang jadi tugasnya Persero untuk mendistribusikannya ke pembeli yang lain,” kata Jamsaton Nababan, saat jumpa pers Jumat (4/1/2019) lalu usai acara Pemancangan Perdana Proyek EPC GPF di Jambaran Tiung Biru di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur.
Nantinya, gas dari JTB akan dialirkan melalui pipa gas Gresik-Semarang (Gresem) yang dikerjakan Pertamina Gas (Pertagas) ke PLN Gresik pada tahun 2020 mendatang.
“Kami berharap, gas JTB bisa mendukung peningkatan perekonomian sekaligus meningkatkan daya saing industri di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah,” tutupnya.(rien)