BUMD Bojonegoro Mundur dari Tender Jambaran Tiung Biru

Proyek GPF JTB

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) mengaku telah mengundurkan diri dari tender proyek EPC GPF di Lapangan Unitisasi Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) beberapa waktu lalu.

“Iya, kami mundur dari salah satu tender proyek di JTB,” kata Direktur Operasional PT BBS, Tonny Ade Irawan, saat dihubungi Suarabanyuurip.com, Senin (7/1/2019).

Menurut Tonny, sapaan akrabnya, mundurnya PT BBS pada proyek GPF JTB yang dikerjakan oleh PT Rekayasa Industri (Rekind) dikarenakan harga yang ditawarkan saat tender dinilai tidak masuk akal.

“Nilainya tidak masuk akal, jadi daripada rugi kita pilih mundur saja,” tukasnya.

Di konfirmasi terpisah, Site Manager PT Rekind, Zainal Arifin, menampik alasan PT BBS yang menyebutkan nilai tender di proyek EPC GPF tidak masuk akal.

“Dimana ya letak tidak masuk akalnya harga yang disebut itu. Karena, kita menggelar tender itu semuanya sudah sesuai aturan dan prosedur yang ada. Mulai dari syarat administrasi hingga harga,” ujarnya.

Baca Juga :   Disnakertransos Diminta Turun Lapangan

Justru, setelah PT BBS lolos verifikasi daftar subkontraktor berupa Approval Manufactur List atau AML tahun lalu, tidak ada pemberitahuan secara resmi jika BBS mundur dari proses tender.

“BBS mundur dari proses tender itu, kita malah tidak tahu. Karena tidak ada pemberitahuan secara resmi,” tandasnya.

Zainal bahkan mempertanyakan jika nilai tender di proyek EPC GPF dikatakan tidak masuk akal, mengapa banyak perusahaan atau kontraktor lokal lainnya yang bisa mendapatkan pekerjaan.

“Kita sudah banyak melibatkan kontraktor lokal, ada puluhan jumlahnya,” pungkas pria yang berdomisili di Kabupaten Tuban ini.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *