Gedung SDN Sedahkidul dan Punggur Nyaris Ambruk

SDN Sedahkidul yang rusak

SuaraBanyuurip.com -Ahmad Sampurno

Bojonegoro – Sedikitnya ada dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kondisinya sangat memprihatinkan. Dua SDN tersebut adalah SDN Sedahkidul dan SDN Punggur.

Dua lembaga pendidikan yang berada tak jauh dari jalan poros Kecamatan Purwosari – Ngambon itu bangunannya nyaris ambruk. Sehingga murid-murid yang ada harus direlokasi ke ruangan lain.

Kepala SDN Sedahkidul, Ambarwati, menyampaikan, kerusakan tiga lokal gedung sekolah yang dipimpin sudah terjadi cukup lama. Satu ruang rusak ringan dan dua ruangan rusak berat.

Dua ruangan yang rusak berat, bagian atap ruang kelas hampir ambruk. Kondisi rangka atap sudah lapuk. Plafon kelas mulai pecah dan berlubang. Bahkan, satu kelas sudah tidak ada plafonnya. Bangunan itu sudah lebih dari 10 tahun berdiri.

“Terpaksa kami kosongkan. Demi keselamatan, anak-anak dipindah ke ruang kelas yang masih dapat digunakan kegiatan belajar mengajar,” kata Ambarwati, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (8/1/2019).

Selama setahun terakhir siswa kelas 2 dan kelas 4 terpaksa harus direlokasi. Untuk kelas 2 menempati bekas gudang, sementara kelas 4 menempati perpustakaan.

Baca Juga :   Gelar Festival Pendidikan Karakter di Serbaguna Gayam

“Kasihan, Mas. Anak-anak tidak bisa bergerak bebas saat belajar,” keluhnya.

Kepala sekolah ramah ini menjelasakan, kondisi kerusakan kelas ini sudah pernah disurvei dari pihak Dinas Pendidikan. Bahkan pada musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) juga sering diusulkan.

“Sudah di lihat dari dinas. Pihak desa juga sempat meninjau. Namun sampai saat ini pihak dinas juga belum ada informasi kapan rencana direhab,” tutur wanita berkerudung ini.

SDN Sedahkidul saat ini memiliki 90 siswa. Terdiri dari, kelas 1 sebanyak 10 anak, kelas 2 sebanyak 10 anak, kelas 3 sebanyak 24 anak, kelas 4 sebanyak 22 anak, kelas 5 sebanyak 10 anak dan kelas 6 sebanyak 14 anak.

Terpisah Kepala Desa Sedahkidul, M. Choirul Huda, membenarkan jika kerusakan gedung SDN Sedahkidul sudah sering diusulkan dalam musrenbang. Namun, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Pria bertubuh subur ini berharap, kerusakan sekolah tersebut segera direhab atau dilakukan pembongkaran. Karena kondisinya sudah lapuk.

“Pada bulan Mei 2018 lalu, sudah kami buat proposal untuk diajukan ke Pemkab. Sudah pernah di survei tapi sampai saat ini juga belum terealisasi,” ucapnya.

Baca Juga :   Full Day School: PCNU Kontra LPIT Al Uswah

Selain SDN Sedahkidul, kondisi serupa juga terjadi di SDN Punggur. Sekolah yang memiliki 106 siswa ini, memiliki 7 ruang kelas namun 1 ruang diantaranya terpaksa dikosongkan.

Sebab kondisinya sangat memprihatinkan. Saat suarabanyuurip.com datang di sekolah, Kepala SDN Punggur, Bambang Wiwoho, tidak berada di tempat.

“Bangunan ini sudah lebih dari 10 tahun. Terpaksa gentengnya kami turunkan. Kalau tidak diturunkan, bisa membahayakan anak-anak,” kata Guru Penjaskes SDN Punggur, Harto.

Harto mengaku, saat musrenbang juga sudah pernah disampaiakan. Tapi belum ada respon dari Pemkab Bojonegoro. “Kami hanya bisa menunggu,” ujarnya.

Lebih dari itu, dua ruang kelas yang baru berusisa tiga tahun, kondisinya sudah memprihatinkan. Meski tampak luar bagus, tapi kondisi di dalam kelas berbalik.

“Bisa dilihat temboknya retak. Catnya juga sudah mengelupas. Padahal banguanan selesai pada tahun 2015 lalu,” tandasnya.

Jika tidak segera ditangani, kata dia, bisa juga membahayakan siswa. “Khawatir dindingnya runtuh,” pungkasnya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *