SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Bojongero – Untuk menjadikan Kecamatan Gayam sebagai Ikon Bojonegoro ,Jawa Timur, dibuthkan anggaran Rp50 miliar setiap tahun dari Pemkab.
Demikian sambutan Ketua Paguyuban Kepala Desa (kades) Kecamatan Gayam, Sukono, di acara pisah sambut Camat Gayam di pendapa kecamatan, Rabu (9/1/2019).
Dijelaskan, anggaran tersebut untuk pembangunan infrastruktur, mengembangkan potensi desa menjadi wisata, hingga menumbuhkan ekonomi produktif.
Menurutnya, anggaran tersebut sangat memungkinkan digelontorkan untuk Kecamatan Gayam. Mengingat, pendapatan Bojonegoro atas keberadaan Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) lebih dari Rp 1 triliun setiap tahunnya.
“Itu bisa diambil Rp50 miliar untuk menjadikan Kecamatan Gayam menjadi Ikon Kabupaten Bojonegoro,†tandas pria yang juga Kepala Desa Katur itu.
Dia mengharapakan dukungan dari masyrakat, supaya harapan tersebut bisa terwujud.
“Kami berharap kepada camat yang baru supaya kami bisa dipertemukan dengan Bupati Bojonegoro,†ujarnya.
 Pertemuan itu, lanjut dia, untuk membicarakan masa depan Gayam. Supaya kondisi infrastrukturnya tidak seperti ini.
Seperti kondisi jalan yang masih jauh dari layak. Lebar jalan hanya 5 meter. Padahal untuk mobilisasi proyek migas.Â
“Melihat di wilayah lain, banyak daerah yang ada proyek serupa namun masyarakatnya jadi kere,†ungkapnya.
Apabila nantinya bupati tidak setuju, paguyupan kepala desa sepakat akan menyampaikan aspirasinya kepada pusat.
“Kalau tidak setuju, akan melangkah ke pusat,†pungkasnya.
Menanggapi itu, Camat Gayam, Wardoyo menyambut baik atas gagasan Kades Katur. Dirinya hanya bisa mengamini, harapan tersebut.
“Mudah-mudahan Gayam menjadi Ikon Bojonegoro,†ucap pria yang pernah menjabat Camat Ngraho tersebut. (ams)