SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Bojonegoro – Minimnya penerangan jalan poros Kecamatan Gayam-Kalitidu mulai dari Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu hingga menuju wilayah Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, membuat pengguna perlu berhati hati saat melintas malam hari.
Selain gelap juga terdapat beberapa titik badan jalan yang retak berlubang. Salah satunya dekat well pad C Blok Cepu, dan belum dilakukan perbaikan. Sehingga membahayakan bagi pengguna. Padahal sebagai wilayah ring-1 lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu, dan akses utama mobilisasi proyek Pengembangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB).
Jadi sungguh ironis, wilayah penghasil Minyak dan Gas Bumi (Migas) saat malam hari jalan sepanjang sekira 10 kilo meter tersebut gelap, dan hanya sekitar Kantor Kecamatan Gayam yang terdapat lampu penerangan.
“Kami sudah sering menyampaikan perihal lampu penerangan jalan ini dalam musyawarah pembangunan (Musrenbang). Tapi sampai sekarang belum juga ada tanda-tanda realisasi,†ujar Kepala Desa (Kades) Gayam, Winto, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (9/1/2019).
Bukan hanya minim penerangan jalan saja, tapi kondisi sempitnya jalan juga menjadi keluhan masyarakat. Karena banyak alat berat proyek sering melintas membuat pengguna harus berhati hati agar tidak terjadi serempetan.
“Untuk persimpangan dua mobil saja sulit. Paling tidak, untuk poros Kecamatan Gayam ini sudah layak diperlebar, dan dibagun cor beton secara keseluruhan,†ungkap pria ramah ini.
Dirinya mengaku, tidak mengetahui apakah tahun 2019 ini ada arah perbaikan jalan maupun realisasi penerangan jalan. “Belum tahu, tahun ini ada atau tidak,†ujar kades ring satu Blok Cepu.
Senada disampaikan, Camat Gayam, Wardoyo. Pihaknya juga belum tahu persis apakah ada atau tidaknya rencana pekerjaan pengadaan penerangan jalan di tahun ini.
“Itu masuk ranah Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro. Coba kami cek dulu semua pekerjaan yang akan dilakukan,†tandas mantan Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro.
Tim reporter Suarabanyuurip.com masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro terkait kejelasan perihal tersebut.(ams)