SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, Anam Warsito, mengaku, menerima aduan enam Kepala Desa (Kades) dari kecamatan berbeda terkait indikasi perintah Bupati Anna Muawanah untuk memenangkan calon legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
“Saya menerima aduan dari teman-teman Kades yang tidak saya sebut identitasnya, bahwa mereka telah dikumpulkan di rumah bupati di jalan Dr Sutomo dan meminta ikut memenangkan caleg dari PKB,” kata Anam Warsito, kepada Suarabanyuurip.com, saat ditemui di kantornya, Rabu (9/1/2019).
Bahkan, ada beberapa orang disinyalir suruhan Bupati Anna yang mendatangi langsung Kepala Desa untuk membantu pemenangan caleg DPR RI pada Pemilu mendatang. Cara-cara seperti ini yang memanfaatkan kekuasaan sangat tidak demokratis dan merusak kondusifitas keadaan politik di Bojonegoro.
“Para Kades merasa tidak enak karena seharusnya netral. Disisi lain, bupati dianggap pimpinan dan akhirnya membuat resah,” tegas Politisi asal Partai Gerindra ini.
Dengan adanya Kepala Daerah menekan birokrasi dibawah untuk memenangkan partainya seperti ini adalah cara-cara lama. Pihaknya berharap tidak menggunakan kekuasaannya untuk memenangkan partai tertentu.
“Harapannya Bupati netral dan ikut mendukung kondusifitas perpolitikan di Bojonegoro,” tandas mantan aktivis ini.
Dikonfirmasi terpisah, Bupati Anna Muawanah, mengaku, tidak mengerti dan belum mengetahui ada kabar seperti yang disampaikan Komisi A. Akan tetapi, jika memang benar merupakan hal yang bagus.
“Bagus juga, kalau memang mau membantu bagus juga. Tapi saya nggak tahu itu,” ujar Bupati Anna, kepada awak media usai launching Mall Pelayanan Publik di Jalan Veteran, Bojonegoro.
Bupati wanita pertama di Bojonegoro ini menegaskan, jika Pemilu mendatang harus menciptakan suasana nyaman, damai, netral, langsung, umum, bebas, dan rahasia (luber).(rien)