Dua Komisaris BUMD Bojonegoro Mengundurkan Diri

Dua komisaris BBS mengundurkan diri

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Dua Komisaris Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur, telah mengundurkan diri sesuai Undang-undang No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Dua komisaris itu adalah Rahmat Djunaidi yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Perekonomian dan Agus Supriyanto yang juga Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.

Di dalam Undang-undang Pelayanan Publik menyebutkan, semua Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak diperbolehkan untuk bekerja di luar lingkup jabatan yang diemban. Hal ini ditakutkan dapat mengganggu kinerja ASN itu sendiri.

Pengunduran diri tersebut dibenarkan oleh Rahmat Djunaidi yang mengatakan telah ditindak lanjuti melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Selasa (8/1/2019) lalu.

“Iya benar, saya dan Pak Agus resmi mengundurkan diri dari jabatan Komisaris BBS,” ujarnya saat dihubungi Suarabanyuurip.com, Jumat (11/1/2019).

Di dalam PP 54 tahun 2018 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menyebutkan, jumlah komisaris harus sama dengan jumlah direktur yakni satu orang. Sehingga, jabatan komisaris perusahaan yang bergerak di sektor industri minyak dan gas bumi (migas) ada di tangan Lukman Wafi.

Baca Juga :   Kabar Presiden Jokowi Akan Resmikan Gas JTB, Pengamanan Belum Menunjukkan Peningkatan

“Jadi sekarang hanya dijabat oleh Pak Lukman Wafi saja,” ujar pria berkacamata minus ini.

Meski demikian, Bupati Anna Muawanah, kata Rahmat, menginstruksikan PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) untuk meningkatkan kinerja dan fokus pada pekerjaan yang sekarang dijalankan agar bisa meningkatkan pendapatan.

“Jadi, BBS ini diminta konsentrasi untuk meningkatkan pekerjaan. Jangan terlalu banyak kerjaan tapi tidak ada yang jadi,” tandas mantan Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (sekarang Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan).

Sementara itu, Bupati Anna Muawanah Saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban. Pesan pendek yang dikirimkan pada Jumat (11/1/2019) pukul 12.00 Wib belum dibalas. Begitu juga dengan Direktur Operasional PT BBS, Tonny Ade Irawan, belum memberi tanggapan.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *