Serangan Demam Berdarah Capai 45 Kasus

Kasi Penyakit Menular

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Wabah penyakit demam berdarah telah menyerang wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Terhitung sejak tanggal 1 hingga 11 Januari 2019 tercatat di Dinas Kesehataan setempat sebanyak 45 kasus, dan satu diantaranya meninggal dunia.

Sedangkan data tahun 2018, penderita demam berdarah mencapai 541 kasus, sebanyak 12 orang meninggal dunia.

Kepala Seksi Penyakit Menular, Dr Wheny Diah, mengungkapkan, kondisi cuaca sekarang ini telah mendukung perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti betina yang menyebabkan Demam Berdarah.

“Apalagi, kesadaran masyarakat dalam kebersihan lingkungan masih sangat minim membuat kasus demam berdarah terus meningkat,” ujar wanita berkacamata minus ini.

Menurutnya, maind set masyarakat selama ini hanya berpatokan pada fogging atau pengasapan saja yang bisa memberantas nyamuk demam berdarah. Padahal, fogging hanya membunuh nyamuk tapi tidak bisa membunuh jentik atau telur-telur nyamuk.

“Yang terpenting, sekarang ini bagaimana kita bisa melakukan pencegahan,” tukasnya.

Pencegahan yang selama ini terus didengungkan kepada masyarakat adalah dengan tiga langkah pencegahan (3MPlus) yakni, menguras dan menutup tempat penampungan air, memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas.

Baca Juga :   Ratusan Pelari akan Ikuti Gayam Fun Run

“Jangan salah, justru fogging itu sebenarnya berbahaya bagi kesehatan. Apalagi jika menempel di dinding, maka bisa bertahan sampai 30 tahun. Bisa memicu penyakit kanker,” tandas Wheny mengingatkan.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *